Mereka Bicara Al Qur'an

Pada sebuah konferensi yang membahas masalah syaraf, dinyatakan bahwa letak syaraf langsung berada di bawah kulit. Apabila kulit tubuh manusia telah terbakar maka hilanglah seluruh rasa yang biasa menyertai. Sehubungan dengan hal itu, Allah berfirman tentang penghuni neraka. “Setiap kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab” (An-Nisa’ : 56). Dengan ayat ini Allah menerangkan bahwa adzab neraka itu kekal, terus-menerus, tidak diringankan dan tidak berhenti. Karena memang Allah Mahatahu bahwa kulit yang hangus menyebabkan hilangnya rasa sakit maka bila kulit penduduk neraka hangus, diganti dengan kulit yang baru supaya mereka merasakan adzab yang terus-menerus. Ketika tafsiran dan uraian ayat tersebut disampaikan kepada Profesor Tjatsat Tajasan (ahli bedah dan ilmuwan dari Thailand) maka ia bertanya apakah kata-kata tersebut disampaikan 14 abad yang lalu?

Ketika dijawab ya maka dia berujar, “Hakikat ini belum pernah terungkap oleh ilmu pengetahuan kecuali pada kurun waktu akhir-akhir ini. Karena hakikat ini telah diungkapkan Al-Qur’an 14 abad yang lalu maka mustahil merupakan ucapan manusia. Pasti ini merupakan firman Allah. Sekarang tiba saatnya bagi saya untuk mengucapkan syahadat”.

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa’. Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati'”. ( Fushilat : 11 ) Saat ayat dan tafsir ayat tersebut dibacakan, Profesor Yoshida Kozai (Direktur Observatorium Tokyo) berkata bahwa hanya pada waktu akhir-akhir ini saja ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa langit berasal dari asap. Karena sudah ada roket dan satelit yang diluncurkan ke luar angkasa untuk mengambil gambar sebuah bintang di langit yang sedang dalam proses pembentukan. Ternyata, di tengah-tengah asap yang menjadi bagian bersinar dari bintang tersebut. Sekitar bintang diliputi asap dan di sekeliling asap ada batasan merah sebagai indikator bahwa suhu di daerah itu sangat tingi. Padahal, beberapa tahun yang lalu, kita masih menduga bahwa langit berasal dari kabut tebal. Tapi, tingginya teknologi dan majunya ilmu pengetahuan akhirnya mengungkapkan bahwa langit berasal dari asap, bukan kabut. Profesor itu tertegun ketika mengetahui bahwa semua itu telah tercantum dalam Al-Qur’an.

MISTERI BESI

Di Astrikh, seorang pakar NASA mengemukakan keajaiban Al-Qur’an. Kami telah melakukan banyak percobaan terhadap logam-logam yang ada di bumi. Tapi, satu-satunya logam yang membingungkan ilmuwan sampai saat ini adalah besi. Sifat kimianya mempunyai ciri khas. Untuk menyatukan elektron dan neutron dalam besi dibutuhkan kekuatan setara empat kali kekuatan yang ada pada matahari. Jadi, msutahil jika besi tercipta di bumi. Sehingga pasti besi merupakan unsur asing yang datang ke bumi. Ketika ada yang membacakan kepadanya, “Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa” (Al-Hadid : 25). Dia
mengatakan,”Kalimat ini mustahil berasal dari ucapan manusia”.

KONDISI LAUTAN

Gambar-gambar yang diambil dengan kamera canggih menunjukkan bahwa kondisi lautan dunia tidak seluruhnya serupa. Ada perbedaan suhu, kadar garam, konsentrasi, oksigen, dan lain-lain. Ada yang berwarna biru, hitam, dan kuning. Perbedaan warna ini akibat perbedaan suhu antara satu lautan dengan latan yang lainnya. Dengan pengambilan gambar khusus untuk mengukur suhu melalui satelit dan pesawat ruang angkasa terlihat garis putih tinggi pemisah anatar satu lautan dengan lautan lainnya. “Dia (Allah) membiarkan dua lautan yang mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak saling dilampaui oleh masing-masing” (Ar-Rahman : 19-20)

Teknologi modern mampu mengambil gambar sekat antara laut yang satu dengan yang lainnya. Bila ada air satu lautan memasuki lautan lainnya maka air tersebut harus melalui jalur pemisah terlebih dahulu. Selain itu, lautan yang satu tidak bisa mengausai lautan lain dengan leluasa dan tidak bisa mengubah kondisinya. Fenomena-fenomena lautan itu baru dapat terungkap setelah diadakan penelitian jangka panjang dengan mendirikan ratusan satelit observasi dan pengambilan gambar melalui satelit. Ilmuwan yang pertama kali menemukan dan mengungkapkannya adalah Profesor Sceider (oceanolog terkemukan dari Jerman). Saat dia mendengar arti dan uraian ayat-ayat yang berkaitan dengan bidang keahliannya, dia jadi tertegun dan tercengang lalu berkomentar, “Ini pasti bukan ucapan manusia”.

GUNUNG-GUNUNG

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung sebagai pasak ?” (An-Naba’ : 6-7) Kini, ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa gunung-gunung mempunyai akar yang menghunjam ke tanah. Sebelumnya, realita ini tidak diketahui seorangpun. Tapi, gambar yang diambil akhir-akhir ini menunjukkan adanya pasak-pasak gunung yang disebut akar dan memang menghunjam jauh ke perut bumi. Nah, ilmu pengetahuan manakah yang dapat memebuktikan bahwa Al-Qur’an bukan wahyu Illahi ? Bukti material manakah yang sanggup menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah ciptaan Muhammad? Padahal, kalau manusia mau berfikir dan menggunakan akal sehat secara terbimbing tak ada sepotong pun ayat Al-Qur’an yang tidak sesuai, sekalipun orang itu belum beriman. Seharusnya, eksistensi akal dan penggunaannya merupakan salah satu bukti dari sekian ratus miliar ayat-ayat Allah yang tersebar di seluruh jagat raya ini. Jadi, salah besar jika dengan akalnya, manusia lalu membuat akal-akalan tentang kebenaran tanda-tanda dari Rabb-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: