Berita WiMax di detikinet

Jumat , 22/12/2006 15:59 WIB

Motorola: 2007, Tahun Keemasan Bagi WiMAX

Oktoria Yulius Darmawan – detikInet

Jakarta, Motorola memprediksi, 2007 mendatang merupakan tahun keemasan untuk Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX). Tahun tersebut, merupakan tonggak awal pembangunan jaringan WiMAX.

“WiMAX bukan hanya sebuah janji. Teknologi ini bakal segera disajikan dan Motorola berada di gugus terdepan untuk menyajikan teknologi ini,” tutur Dan Coombes, senior vice president and chief technology officer, Motorola Networks & Enterprise.

Teknologi WiMAX sendiri, selain mengurangi biaya diyakini bakal menyediakan penambahan bandwidth, memperbaiki portabilitas dan fleksibilitas, serta enkripsi yang lebih ampuh.

“Teknologi dan penerimaan pasar terhadap WiMAX sedang dalam proses,” tutur Godfrey Chua, analyst IDC.

Dirinya menambahkan pertumbuhan teknologi ini dipicu peningkatan kegunaan akses broadband serta adanya dukungan dari pada vendor yang memproduksi perangkat tersebut. Chua sendiri memprediksi pengeluaran untuk WiMAX bakal mencapai US$ 3,59 miliar pada 2011. Demikian dikutip detikINET dari Esato, Jumat (22/12/2006).

Senin , 18/12/2006 10:26 WIB

Di Jerman Tender Wimax Capai Angka Rp 665 Miliar

Dewi Widya Ningrum – detikInet

Jerman, Tender untuk 28 lisensi regional broadband wireless access (BWA) atau Wimax di Jerman mencapai angka 56 juta euro atau sekitar Rp 665 miliar (1 euro = Rp 11.892 Sumber: detikcom). Pemenang tendernya juga sudah ditentukan.

Regulator telekomunikasi Jerman, Bundesnetzagentur, mengatakan hal itu seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (18/12/2006).

Dijelaskan, dari total enam perusahaan yang ikut tender, tiga diantaranya berhasil memenangkan tender. Mereka adalah Clearwire Europe yang berbasis di Luxembourg, Deutsche Breitbanddienste (DBD) dan Inquam Broadband.

Tender tersebut, menurut Bundesnetzagentur, dibuka Selasa lalu (12/12/2006) dengan jumlah penawar terbatas. Perusahaan telekomunikasi monopoli Jerman sendiri, Deutsche Telekom, memilih untuk tidak berpartisipasi ikut tender dengan alasan mau ‘mengejar’ teknologi lain.

Sebagai perbandingan, tender Wimax di Perancis mencapai angka 125 juta euro atau sekitar Rp 1,4 triliun dan kebanyakan yang ikut adalah pemain telekomunikasi yang lebih besar.

Di Indonesia sendiri, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi beberapa waktu lalu mengatakan, implementasi BWA akan menggunakan Wimax versi D dan lisensi penyelenggaraannya akan dibagi berdasarkan wilayah regional, bukan nasional. Tendernya akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

BWA merupakan akses nirkabel pita lebar yang bisa mengantarkan data dengan kecepatan tinggi. Teknologi yang memungkinkan penyelenggaraan layanan tersebut adalah WiMax. Dari segi infrastruktur, WiMax memiliki daya jangkau hingga 50 km, dan bisa menghemat penggunaan base station sekitar 17 kali lipat. (dwn/dwn)

Selasa , 12/12/2006 17:45 WIB

Telkomsel: BWA Tak Ancam 3G

Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Jakarta, Telkomsel menilai layanan BWA bukan merupakan ancaman pada teknologi telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) yang sedang dikembangkan mereka. Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja menjelaskan, pada dasarnya 3G menuju ke arah yang ditawarkan oleh BWA.

“Bedanya, BWA menawarkan mobilitas rendah namun kecepatan datanya tinggi. Jika memang nanti bentrok, Telkomsel akan mengatur waktu komersial dan melihat permintaan dari pasar,” ujar Kiskenda seusai mengumumkan hasil SMS Infaq pelanggan di Gedung Telkomsel, Jakarta, Selasa (12/12/2006).

Saat ini, ujarnya, sudah ada 1 juta pelanggan Telkomsel yang menggunakan 3G. Dari angka itu, 35 persen berasal dari pengguna KartuHalo, 50 persennya Simpati, dan sisanya KartuAS.

“Saat ini, kami sedang melakukan percobaan untuk implementasi HSDPA (high speed downlink packet access di Jakarta,” Kiskenda menambahkan. Namun ia menolak untuk mengungkap berapa titik yang telah dipasangi HSDPA.

Bagi Telkomsel, 3G merupakan cut off dari teknologi lama sehingga yang diperlukan adalah edukasi dan penggunaan yang banyak dari pelanggan. “Karena itu, meskipun kami sudah ada di 19 kota untuk 3G, kami tidak mau gembar-gembor. Suasana kompetisi justru kami hindari, yang penting membangun industri ini bersama-sama,” tandasnya. (wsh/wsh)

Selasa , 12/12/2006 17:10 WIB

Telkomsel Kaji Tender 2,3 GHz

Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Jakarta, Telkomsel sedang melakukan kajian yang mendalam dan menunggu izin dari pemegang saham untuk mengikuti tender Broadband Wireless Access (BWA) yang akan digelar pemerintah pada Januari 2007. “Kajian yang mendalam dilakukan untuk mempertimbangkan jumlah frekuensi yang diminta dan melihat permintaan pasarnya,” ungkap Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja, seusai mengumumkan hasil SMS Infaq pelanggan di Gedung Telkomsel, Jakarta, Selasa (12/12/2006).

Ketertarikan Telkomsel untuk menggelar BWA menurut Kiskenda dikarenakan teknologi tersebut merupakan bagian dari milestone technology dan dapat meningkatkan skala ekonomi dari perusahaan. “Teknologi ini dapat menekan biaya belanja modal per pelanggan sehingga dapat meningkatkan economic scale perseroan,” jelasnya,.

BWA merupakan layanan telekomunikasi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar. Pada Januari 2007 pemerintah akan melakukan tender pita frekuensi BWA di spektrum 2,3 GHz dengan lebar frekuensi 90 MHz. Dari hasil tender tersebut, 6 perusahaan yang memenangkan tender akan mendapatkan alokasi frekuensi 15 MHz. Tender BWA tersebut rencananya akan digelar per wilayah. (wsh/wsh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: