Adam Air dan ELBA

Radar ELBA Indonesia Dinyatakan Rusak Sebelum Bencana.

Nah lo…. Demikian judul berita kompas pagi ini.

Kalo nggak ada musibah Adam Air mungkin nggak diketahui ya bahwa ELBA di CKG telah rusak. Seperti halnya radar di UPG yang katanya berfungsi tetapi tidak bisa “berfungsi” menjalankan fungsinya.

Memang kalo suatu perangkat atau protap yang bertujuan untuk melindungi sistim dari kemungkinan kerusakan atau kecelakaan, di kita biasanya masih belum mendapat perhatian yang serius. Nggak jauh-jauh di kantor saya saja, beberapa waktu lalu sempat dilakukan simulasi penanggulangan dan evakuasi kebakaran ataupun gempa pada gedung bertingkat. Saya lihat para penghuni gedung (termasuk saya), masih “ogah-ogahan” mengikuti petunjuk simulasi tersebut. Pikiran kita mungkin masih berpijak pada saat ini : “lha wong nggak ada kebakaran kok kita pura-pura evakuasi lari-lari turun tangga darurat, kan capek !”. Padahal di Jepang ceunah (katanya), seluruh penduduk tanpa kecuali secara periodik mengikuti simulasi dengan tertib dan serius karena mereka merasa bahwa simulasi tersebut sangat berguna bagi mereka bila gempa ataupun bencana lainnya datang. Dan memang biasanya bencana datang tiba-tiba meskipun dapat dideteksi dini.

Kemarin dengan beberapa teman saya sempat ngobrol ala warung kopi tentang Adam Air dan kemampuan deteksi radar kita. Teman sempat menyinggung kenapa justru satelit Singapura yang menangkap sinyal si Adam, kenapa nggak di CKG, UPG ataupun di Bandara sekitarnya. Ternyata sebagian telah terjawab dari berita Kompas di bawah.

Lalu ada teman yang menambahkan bahwa dia memiliki cerita seputar kunjungan Bush belum lama ini ke Indonesia. Dia cerita bahwa sebelum mendarat di Halim reporter TVRI (yang katanya menjadi satu-satunya stasiun yang dibolehkan meliput di event itu) telah menyiapkan berita peliputan pendaratan Bush di Halim. Dan tahu-tahu sekitar 1/2 jam sebelum jadwal pesawat Bush tiba ada pesawat yang mau landing. Dan si reporter bilang bahwa “mungkin” yang mau mendarat itu adalah pesawatnya Bush karena dia tidak mendapat informasi apakah itu pesawat Bush atau bukan. Teman saya ini bilang : “tidak mendapat informasi atau pihak Bandara nggak tahu kalo pesawat Bush telah datang ?” Wallahu’alam.

Kompas, Jumat, 05 Januari 2007

AdamAir
Radar ELBA Indonesia Dinyatakan Rusak Sebelum Bencana
Jakarta, Kompas – Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengungkapkan, radar penangkap pancaran sinyal darurat yang dikenal sebagai Emergency Locator Beacon-Aircraft atau ELBA milik Badan SAR Nasional yang berada di Cengkareng, Jakarta, telah rusak jauh sebelum bencana hilangnya pesawat AdamAir KI 574. Karena kerusakan radar itu, Indonesia mengandalkan radar milik Singapura.

Pengakuan kerusakan radar penangkap pancaran sinyal ELBA yang dikenal dengan Local User Terminal (LUT) milik Badan SAR Nasional disampaikan Hatta ketika menjelaskan kerusakan perangkat penerbangan itu. “Terus terang saya sampaikan, ada problem radar di Angkasa Pura dalam sepekan terakhir,” ujar Hatta dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/1).

Hatta berada di Kantor Presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima tiga pengamat dan praktisi penerbangan, yaitu Chappy Hakim, Dudi Sudibyo, dan Sri Bekti. Dari para pengamat itu, Presiden minta masukan terkait dengan rencana pemerintah membentuk Tim Nasional Evaluasi Transportasi setelah berkali-kali terjadi bencana transportasi.

Menurut Chappy, regulasi penerbangan Indonesia mengacu pada standar internasional. “Akan tetapi, apakah ketentuan keselamatan penerbangan itu dilakukan, diawasi, dan ditindak jika terjadi pelanggaran atasnya? Tanya saja pada rumput yang bergoyang,” ujarnya.

Radar Makassar

Chappy menyebut perlunya peremajaan teknologi penerbangan sesuai dengan perkembangan teknologi yang pesat untuk tuntutan keselamatan penerbangan. Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara ini, prioritasnya adalah meremajakan teknologi penerbangan di Bandar Udara Makassar yang semakin padat.

Melihat musibah AdamAir, Chappy mempertanyakan berfungsi atau tidaknya radar di Makassar.

Menurut Hatta, tidak ada gangguan pada radar di Makassar karena pada saat hilangnya AdamAir, radar bermerek Thales itu berfungsi.

Kemarin Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono mengatakan telah meminta Komisi V menyelidiki berbagai kecelakaan transportasi laut dan udara belakangan ini.

Agung Laksono juga menegaskan, sejak menjadi Ketua DPR, ia tidak lagi menjadi Komisaris Utama AdamAir meskipun dirinya termasuk pendiri AdamAir. (INU/sut)

No Responses to “Adam Air dan ELBA”

  1. munaf nuri Says:

    Maaf bung Singapura tidak punya satelit seperti yang disampaikan. Yang persis ada adalah satelit GPS yang banyaknya 24 buah milik amerika, dan signal beacon emergency dari pesawat bisa diterima oleh siapa saja sepanjang dia memiliki receiver GPS untuk sistem ELBA. Jadi tidak ada apa apanya dengan singapura. Sistem ini bisa ditempatkan dimobel. Jadi jika mobil ente hilang, akan bisa dilacak, sepanjang transmitter dari mobil anda mengirim beacon ke satelit GPS. Gitu lho.

  2. prabu Says:

    Trima kasih atas pengetahuannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: