Adam Air dan Low Cost Airline

Adam Air didirikan pada 2003, dan memulai operasi pada 19 Desember tahun yang sama. Adam Air semula cuma mengoperasikan dua Boeing 737 yang disewa dari GE Capital Aviation. Pada tanggal 9 November 2006, Adam Air menerima penghargaan Low Cost Airline of the Year 2006 dalam acara 3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit di Singapura.

Demikian fenomena sejak booming-nya Airlines di Indonesia setelah reformasi. Banyak Airlines yang baru dan muncul meramaikan bisnis angkutan udara yang low cost. Beberapa diantaranya yang cepat melesat diantaranya Lion Air, Batavia Air, Air Asia dan Adam Air. Meraka sudah menjalani route tidak hanya dalam negri melainkan juga route internasional.

Saya hanya ingin menceritakan bagaimana rasanya terbang bersama Low cost airline. Dari sisi bisnis memang sangat wajar bahwa layanan yang kita peroleh pasti berbanding lurus dengan apa yang kita berikan (bayarkan) kepada mereka. Lha wong mbayar murah kok pengen enak, kepriben sampeyan iki !

Beberapa kali saya “menikmati” terbang bersama Lion Air, saya harus mempersiapkan bahan makanan sekedarnya (roti, aqua dll) untuk sekedar mengganjal perut, karena disana cuma dikasih aqua gelas merek Lion. Kalau dulu masih ditambah permen begitu kita duduk dan siap sebelum peragaan keselamatan udara yang katanya wajib sesuai dengan peraturan. Ngasih permennyapun pramugarinya pasang wajah agak cemberut dan begitu saya mau ngambil, cepat-cepat ditariknya dan disodorkan ke penumpang lain. Mungkin dalam hatinya pramugari itu berkata : “Cepat mas ambil satuuu aja permennya, jangan serakah nanti Pak Pilot marah lho !” he he he …. Dan selama perjalanan, karena mungkin nggak ada yang dikerjakan jadi deh pramugarinya lebih banyak ngumpet.

Kalau Batavia Air masih agak lumayan, yah sedikit lah diatas Lion. Sedangkan Air Asia, katanya (karena saya belum pernah ikut terbang) kita dapat beli makanan di atas pesawat. Mandala, City Link lumayan. Kalau Garuda karena sudah tua dan tidak termasuk low cost airlines ya pasti lumayan lah.

Saya tidak berharap hal yang sama terjadi seperti guyonannya orang Madura penarik becak ketika dengan terpaksa narik becak yang cukup jauh dengan upah yang sudah ditawar mepet sama penumpangnya. Ketika tiba-tiba becak dan penumpangnya nabrak tiang listrik dipinggir jalan dan penumpangnya marah-marah karena bathuknya benjol, dengan entengnya tukang becak tersebut berucap : “Sampeyan mbayar murah njaluk slamet !”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: