Selebriti untuk selebriti

Ketahuilah bahwa selama hidup ini, hanya ada tiga kali peristiwa terpenting dalam kehidupan. Pertama adalah peristiwa kelahiran, ke dua peristiwa pernikahan dan ke tiga peristiwa kematian. Makanya tidak heran kalau berita di infotainment selama ini disekitar-sekitar itu saja. Kalau infotainment di Indonesia mungkin ditambah satu peristiwa lagi ya kayaknya, yaitu perselingkuhan yang berakibat perceraian. Jadi ada lima kata kunci yaitu kelahiran, pernikahan, perselingkuhan, perceraian dan kematian.

Yang lagi hot-hotnya sekarang adalah berita perkawinannya “lagi’ Koes Hendratmo dengan seorang Gadis, persiapan perkawinan Syahrul Gunawan, Early dan siapa lagi ya ? (sy nggak terlalu hapal karena hanya liat sekilas-sekilas … habis nggak hobby liat acara infotainment).

Kemarin-kemarin yang jadi perbincangan dan sempat menembus keluar menjadi “berita umum” adalah kasus polygami Aa Gym, hotnya YZ-ME, lugunya PNS Klaten, tragisnya Alda. Berita tersebut dapat masuk kategori umum karena berkaitan dengan kemashalatan umum dan tidak melulu berhubungan dengan selebriti. Kepopuleran dan keteladanan Aa Gym sampai mengundang komentar Presiden, YZ karena statusnya sebagai wakil kita di DPR, PNS di kota kecil Klaten ternyata bisa juga membuat berita besar dan kematian Alda yang mengundang misteri karena dikaitkan dengan narkoba dan SARA.

Memang sekarang ini kalau liat acara infotainment di TV manapun saya sudah merasa risi. Isinya ngurusin selebriti saja : pribadi selebriti, aib selebriti, pandangan selebriti, “kelucuan” selebriti, “wawasan” selebriti dan yang membacakan dan mengantarkan beritanya juga selebriti. Jadi kesimpulannya : kita penonton awam (bukan selebriti) tidak boleh nonton acara tersebut karena hanya diperuntukkan bagi kalangan mereka sendiri.  gitu …..

No Responses to “Selebriti untuk selebriti”

  1. ilham Says:

    Met kenal ya…

    Udah byk org yg merasa demikian, tp jujur saja., yg merasa demikian pun diam2 masih menyukainya. ada perbedaan yg halus namun dalam kategori yg sama. antara soft crime dan hard crime, begitu pula soft/hard dismissal. cuma bena jenis. Skalian aja tolak tv, tolak media massa utama… buat media tandingan kyk blog, tp jangan sampe kyk skrg. blig malah jadi ajang isu. sami mawon kan?

  2. prabu Says:

    Met kenal kembali

    Justru itulah yang menjadi masalah di kita sekarang, yaitu banyak wacana yang hadir dari orang-orang yang berkompeten tetapi akhirnya hadir hanya sebatas wacana, ndak ada yang take a action. Makanya tulisan diatas saya kategorikan aja dalam “senyum” sehingga nggak serius-serius amat.

    Jangankan mau memberi “sesuatu” yang beda kepada orang lain, lha wong di rumah sendiri saja saya sering ribut sama keluarga kalau lagi pada menikmati acara-acara begituan. Komentar mereka sederhana dan beragam :
    “Kita khan bisa mengambil hikmah dari kasus perceraian si artis A”
    “Tuh liat .. gara-gara kelakuannya begitu kan akhirnya jadi begitu”
    “Liat tuh Mas … makanya jangan selingkuh di Kantor, kan kasian anak-anak jadi berantakan kayak anaknya si artis itu tuh”
    “Tuh Mas … cakep deh kalo pake pakaian model si B”

    Akhirnya berpulang kembali ke kita juga karena kita nggak mampu untuk menghindari bombardir acara-acara tersebut yang dikemas dengan bungkus yang menarik (celotehan yang bebas gaul, presenter yang enak dipandang, berita yang mengundang rasa ingin tahu de el el).

    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: