Kado Bagi Kehidupan

Kado Bagi Kehidupan

Oleh
Yon’s Revolta

Kepuasan terbesar dalam hidup adalah berhasil melakukan sesuatu yang orang lain
kira Anda tak mampu melakukannya

Walter Bagehot

Penulis, jurnalis Inggris

(1826-1877)

Usia kita di dunia ini tak panjang. Orang jaman sekarang, tak banyak yang bisa hidup sampai seratus tahun. Dari sedikit waktu itu, sejarah kehidupan kita di dunia terukir. Kelak, orang akan mengenangkan kita setelah mati dengan prestasi-prestasi yang pernah kita capai. Atau bisa pula banyak orang justru akan mengenang keburukan perilaku kita semasa hidup di dunia ini. Semua itu tergantung dari apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan.

Tujuan hidup memang bukan untuk dikenangkan, bukan pula untuk menjadi seorang pahlawan. Tetapi, ketika kita melakukan sesuatu, sekecil apapun untuk kebaikan dunia ini, kebaikan alam, kebaikan sesama manusia, disitulah sejarah kepahlawanan muncul dengan sendirinya. Orang akan mencatat dalam ingatan, bahkan dalam buku-buku yang nantinya menjadi pembelajaran anak-anak cucu kita di sekolah-sekolah. Kepahlawanan akan datang secara otomatis ketika orang berbuat kebaikan yang langka, ketika orang lain tak mampu dan tak mampu mengerjakannya.

Kita, memang tak perlu terlalu berambisi mencari identitas kepahlawanan. Ia akan datang seiring dengan ketulusan sikap serta ketulusan perilaku manusia untuk rela berkorban kepada sesamanya. Naluri kemanusiaan yang akan menuntunnya. Memberikan yang terbaik dari yang ia punyai, entah berupa harta, tenaga maupun pikiran untuk sebuah kehidupan, ya kehidupan di dunia ini.

Seperti yang dilakukan oleh lelaki yang satu ini.

Saya mengenalnya sekitar satu tahun lamanya. Riwayat hidupnya cukup unik. Setamat STM, ia bekerja sebagai tukang las, kemudian tukang cetak. Karena tak punya cukup uang untuk meneruskan kuliah, sementara semangat belajarnya tinggi, ia masuk ke Universitas Terbuka. Dengan ijasah S1 UT, nekat mengikuti program S2 di luar negeri. Empat kali gagal, baru kali kelima berhasil yang kemudian mengantarkannya belajar manajemen pendidikan di Inggris. Sepulang dari sana, bekerja menjadi karyawan sebuah instansi pendidikan, menjadi PNS pada sebuah Universitas. Karena punya cukup kapasitas secara keilmuan, kemudian diperbantukan untuk mengajar di program studi Bisnis Internasional. Sejak itu, nasib hidupnya mulai berubah.

Ia juga suka menulis. Tiga buku pengembangan diri berhasil ditulisanya. Atas pengalaman tersebut, saya dan beberapa kawan dari Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Purwokerto mengundangnya untuk memotivasi anggota untuk lebih giat menulis lagi. Dari forum itulah saya mendapatkan banyak pelajaran darinya. Seperti pendapatnya tentang seorang penulis sukses. Menurutnya, penulis sukses adalah ketika “Hari ini menulis”.

Sementara saya juga terkesan dengan kata-katanya “Berikan sesuatu pada kehidupan, niscaya kehidupan akan mencukupimu”. Kata-kata itu berawal ketika ia sudah menulis banyak artikel di koran lokal sementara satu rupiahpun tak pernah dibayarkan. Ia menerima dengan ikhlas saja, walau sebenarnya tak etis sebuah perusahaan media tak membayarkan honor kepada penulis. Yang ada dalam pikirannya, hanya ilmu yang ia punyai, maka diapun berikan ilmunya kepada orang lain. Alhamdulillah, dengan ketulusan dan itikat baik memberikan sesuatu pada kehidupan, akhirnya dari dua bukunya saja hasilnya melebihi gajinya selama satu tahun. Kini menyusul buku ketiga dan keempatnya.

Diam-diam, saya salut terhadapnya Dan, mulai berpikir tentang kado terbaik
yang bisa saya berikan bagi kehidupan ini…

Snow Man Alone

freelance_corp @ yahoo.com

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: