Kisah Raja dan Perdanamentrinya

Alkisah ada seorang raja muda yang baru diangkat karena bapaknya telah meninggal, walaupun sang raja muda bijak tapi ia masih muda dan banyak orang
yang memandang remeh padanya, ia berusaha membuktikan bahwa ia bisa.

Suatu hari sang raja pergi ke pedalaman negrinya untuk melihat keadaan di sana bersama perdana mentrinya, karena letaknya jauh mereka mempergunakan perahu kayu.

Dengan alam yang indah diiringi suara air yang tenang, maka sang raja dan perdana mentri tertidur. Melihat kedua orang tertidur para pengayuh perahu
(dua orang) merasa iri, yang pertama berkata pada yang ke dua

“enak sekali melihat mereka tertidur, tidak seperti kita yang harus bekerja keras seperti ini”

lalu kata yang kedua
“mereka
kan pangkatnya lebih tinggi dari pada kita”

lalu balas yang pertama

“tahu apa kau? Mereka kan sama seperti kita, sama-sama manusia, kalau sang raja boleh lah karena ia memang turunan raja-raja, tetapi si perdana mentri
itu apa?”

Tanpa mereka sadari sang raja mencuri dengar percakapan mereka.

Lalu bangunlah sang raja dan berkata pada mereka

“kita singgah dulu di sini, saya merasa capai”

lalu mereka beristirahat, kemudian sang perdana mentri melanjutkan tidurnya di tempat persinggahan.

Dalam hati pengayuh perahu tersebut berkata “dasar pemalas!”, tapi kemudian istirahat mereka terganggu oleh suara ribut tapi karena sangat capai sang
perdana mentri tetap tertidur.

Sang raja berkata pada pengayuh kayu yang pertama “coba kau selidiki apa yang menyebabkan istirahat kita terganggu” lalu pergilah sang pengayuh kayu
setelah diselidik ia kembali dan berkata

“ada anjing sedang berkelahi, tuan”

lalu sang raja berkata

“ada berapa banyak?”

lalu sang pengayuh perahu kembali melihat dan kembali menyampaikan informasinya

“7 ekor tuan”

lalu tanya sang raja

“kenapa mereka berkelahi?”

kembali lagi sang pengayuh perahu ke TKP lalu berkata

“mereka memperebutkan makanan, tuan”

lalu sang raja berkata

“makanan apakah yang diperebutkan?”

kembali lagi ia melihat TKP

“sekerat daging tuan”

Lalu tanya sang raja

“berapa banyak yang betina dan berapa banyak yang jantan?”

Kembali lagi ia pergi ke tempat anjing-anjing itu sambil berpikir “kurang ajar, mungkin sang raja mendengar perkatan saya tadi dan marah, sekarang
beliau ngerjain saya” setelah kembali ia berkata

“tiga jantan dan tiga betina”

Lalu sang raja membangunkan sang perdana mentri dan berkata padanya

“kenapa kau tak bangun di suara berisik ini?”

Lalu jawab perdana mentri

“saya capai karena perjalanan ini tuan”

Lalu sang raja berkata padanya

“coba kau selidiki apa yang menyebabkan suara berisik itu!”

Lalu pergilah sang perdana mentri dan tak lama kemudian kembali dengan informasinya dan berkata

“Ada tujuh anjing muda yang ribut memperebutkan sekerat daging tupai tuanku, nampaknya mereka kelaparan ditinggal oleh induknya, anjing-anjing itu bagus ada tiga betina dan tiga jantan, lima berwarna coklat gelap dan dua belang-belang, kalau tuan ku berminat kita bisa membawanya setelah kita beri makanan dan pulang dari tujuan kita”

Lalu sang raja melihat pada sang pengayuh perahu dengan senyuman penuh arti, inilah jawaban yang diberikan oleh sang raja.

Sumber : Milis Airputih

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: