7 Ilmu

Pointer materi Pengajian Senin hari ini : KH Mustofa Abdullah bin Nuh :

Ilmu yang “wajib” kita pelajari sejak kecil untuk meningkatkan dan memantapkan pemahaman Islam secara komprehensif.
1. Aqidah
2. Tafsir
3. Hadits
4. Fiqih
5. Ushul Fiqih
6. Sirah Nabawiyah
7. Tarikh

Urutan-urutan tersebut sebaiknya diikuti karena berdasarkan urutan pemahaman dari dasar menyusul tingkat diatasnya.

Ilmu yang pertama harus kita pelajari adalah Aqidah. Didalamnya memberikan keyakinan kepada kita akan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Mutlak diri kita, kita serahkan kepada Allah. Mutlak bahwa kita sebagai makhluk, hanya berhamba dan menyembah kepada satu tujuan yaitu Allah. Tiada boleh dan diperkenankan untuk bercabang kepada diluar Allah.

Kunci dari aqidah adalah ikrar syahadatain : Laa Ilaha illallah Muhammadar Rasulullah. Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah dan Muhammad adalah rasul utusan Allah.

Dari Aqidah terdapat dua hal yang harus dipegang yaitu mengenal Allah melalui Kitabullah Al Qur’an dan mengenal rasulullah Muhammad saw melalui teladan beliau dengan Hadits-nya.

Bagaimana kita mampu memahami Al Qur’an bila kita tidak “mengerti” Al Qur’an melalui pemahaman yang benar. Dengan ilmu tafsir, diharapkan kita dapat lebih memahami Al Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam saat di dunia hingga akhir jaman untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Muhammad saw selaku manusia yang dipilih oleh Allah menjadi rasul dalam menyampaikan Islam, adalah seorang pribadi yang dijaga oleh Allah segala tutur kata, perbuatan serta semua aktivitas kehidupannya. Oleh karenanya Allah telah menetapkan pribadi beliau beserta tutur sapa serta perbuatannya adalah merupakan teladan bagi seluruh manusia, khususnya umat Islam.

Setelah dasar telah kuat berlandaskan kokohnya keyakinan kita kepada Allah dan rasulnya melalui pemahaman yang benar dan mendalam Al Qur’an dan Hadits, maka untuk menjalani kehidupan didunia ini perlu ada pegangan berupa “pedoman beraktivitas” sesuai dengan ketentuan Allah. Dalam kita bersuci, menjalankan peribadahan, hubungan kita dengan sesama, dan seluruh aktivitas yang kita jalani semua harus ada dasarnya. Bahkan aktivitas yang pada jaman Rasulullah yang belum adapun akan dapat kita tentukan pelaksanaannya secara benar melalui pedoman fiqih dan ushul fiqih.

Thoharoh, tentang wanita muslimah, muamalah, politik, nikah, pelaksanaan rukun Islam (syahadah, sholat, zakat, puasa, haji), bahkan masalah kontemporer telah diatur dalam fiqih.

Akhirnya agar dalam melakukan langkah saat ini dan yang akan datang kita tidak salah jalan, ibarat mobil harus ada spion kiri kanan dan belakang yang dapat melihat kejadian di belakang kita. Fungsi itulah yang diharapkan dengan mempelajari sejarah.

Sirah adalah sejarah hidup nabi Muhammad saw. Dari beliau lahir sampai meninggal terekam dengan sangat teliti dan detail (bahkan juga diceritakan jauh sebelum beliau lahir termasuk nasabnya). Seakan aktivitas beliau detik demi detik dapat direkam dan sampai sekarang dapat kita pelajari dan teladani. Tidak ada seorang pemimpin yang mempunyai catatan yang valid tentang segala aktivitas, pikiran, perbuatan, perkataannya dapat “direkam” dengan baik selain pada diri Nabi Muhammad. Bahkan garis keturunan beliau sampai 40 keturunan ke Nabi Ibrahim dapat ditelusuri dengan baik.

Adapun tarikh mempelajari sejarah Islam setelah wafat nabi Muhammad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: