IPDN

Cliff Muntu, praja dari Manado, siswa IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negri) Sumedang, menjadi korban kesekian kalinya. Tahun 2003 kalau nggak salah, sempat heboh oleh kasus serupa yang secara eksklusif diungkap oleh SCTV.

Apakah kita sama dengan keledai, atau lebih parah lagi ? Lha wong keledai aja nggak mau jatuh ke lobang yang sama untuk kedua kalinya. Kalau dipikir, calon-calon birokrat Republik ini sejak awal dididik saja sudah menemui hal-hal kekerasan seperti itu. Trus bagaimana selanjutnya ketika dia terapkan setelah dia ada dalam lingkungan birokrasi. Kekerasan, pemerasan, balas dendam, ”kesetiakawanan” yang bias, serta praktek-praktek pendidikan yang mungkin malah jadi bukan mendidik tapi malah mengintimidasi.

Barusan di Radio MQ saya dengar pernyataan dari salah satu dosen IPDN (kalau nggak salah Pak Ibnu Kelana). Beliau sungguh merasa kuatir terhadap kondisi IPDN sekarang ini, bahkan sewaktu tahun 2003 dahulu, dia sudah perkirakan bahwa akan ada kejadian lagi peristiwa serupa bila tidak ada perubahan. Dia juga ungkapkan bahwa sekitar 70 % dari dosen disana nggak bener. Banyak diantaranya penggemar kehidupan malam, minum-minuman, praktek pemerasan dan korupsi. Tapi justru dosen-dosen yang ”benar” (istiqomah) malah dikesampingkan. Sebagai ilustrasi dia sebutkan, ada seorang dosen yang baru masuk telah memiliki kekayaan yang cukup luar biasa. (statement ini hanya dia ungkap di media radio MQ ini).

Saya tidak bisa gambarkan seluruh statemen dia, namun melihat kondisi ini memang harusnya pemerintah mikir dan segera bertindak. Mungkin sudah kebiasaan di Indonesia ya, kalau suatu masalah diungkap kemudian menjadi heboh, tetapi biasanya gaungnya hanya beberapa saat. Dan setelah itu semuanya berjalan seperti sedia kala. Ndak ada instropeksi diri, nggak ada perbaikan, dan baru ribut lagi kalau ada kehebohan lagi. Begitu berulang-ulang. Sungguh menyedihkan.

Sekarang kita tunggu action dari Pemerintah. Akan adakah perubahan bahkan revolusi di IPDN ? Atau sekedar counter attack dengan memberikan statement-statement yang menghibur dan bersimpati dan kemudian dibiarkan kembali lagi seperti semula ? Saya pesimis ! Semua akan adem lagi dan kembali seperti semula.

Dan daripada nunggu reaksi pemerintah, lebih baik nunggu aksi Tukul yang jelas ada !

No Responses to “IPDN”

  1. rebel Says:

    IPDN dan STPDN tetap menggunakan 3 huruf yang sama yaitu P-D-N Yang bisa di konotasikan merupakan kepanjangan dari Pembantaian Di jatiNangor…

    apa seharusnya dihilangkan aja 3 huruf itu yah…
    karena kematian selalu terjadi di jatinangor…

  2. Kumpulan Laporan Kebejatan IPDN - Inikah profil calon pemimpin bangsa?, biar cuma sekelas Camat « Sains-Inreligion Says:

    […] Banyak di antaranya penggemar kehidupan malam, minum-minuman, praktek pemerasan dan korupsi. Tapi ju…. […]

  3. hamba Says:

    Jangan bubarkan IPDN..!!! mereka calon sipir-sipir terbaik negeri ini.

  4. layudhi Says:

    Revolusi total….
    Jangan cuma Rektor yang diganti, tapi pejabat2 “busuk” dilingkungan kampusnya pun di bebas tugaskan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: