COMPETITIVE INTELLIGENCE (2)

BAGAIMANA UNTUK MENCIPTAKAN KEGIATAN COMPETITIVE INTELLIGENCE YANG SUKSES

Faktor Kunci Sukses – Overview

Untuk meningkatkan keberhasilan dari kegiatan Competitive Intelligence adalah dengan memperhatikan faktor kunci suksesnya yaitu 5P.

1. Plan (Rencana)

Memikirkan strategi Competitive Intelligence yang tepat

2. People (Orang)

Dapatkan orang yang tepat untuk bagian Competitive Intelligence

Memotivasi staf untuk menghasilkan apa yang dibutuhkan konsumen

3. Position (Posisi)

Meyakinkan senior manajer untuk mendukung dan terlibat didalamnya

Mengintegrasikan Competitive Intelligence kedalam bisnis dan pengambilan keputusan

4. Processes (Proses)

Melakukan analisis secara akurat dari pasar internal untuk Competitive Intelligence

Tentukan sumber yang tepat

Bangun jaringan antara karyawan

Gunakan bahan baku, sirkulasi, dan proses produksi yang tepat

Produksi produk intelligence yang tepat, bagus, dan sesuai target

Bangunan manajemen intelligence dan kemampuan komunikasi

5. Performance (Kinerja)

Mengukur kinerja dari Competitive Intelligence

Dapatkan umpan balik dari pelanggan kunci.

Plan : Memikirkan strategi intelligence persaingan yang tepat

‘Informasi yang tepat dikumpulkan dari sumber yang benar, diproses dengan cara yang benar menggunakan teknik yang benar dan dikomunikasikan kepada orang yang tepat dengan cara yang baik dan waktu yang tepat – untuk kemudian dianalisis dengan cara yang benar dan mengambil tindakan yang cocok.’

Keuntungan Competitive Intelligence hanya dapat dimaksimalkan dengan menerapkan strategi yang tepat, yang mungkin merupakan rangkuman dari pernyataan misi untuk kegiatan intelligence persaingan.

Setiap perusahaan harus menentukan strategi yang paling cocok untuk competitive intelligence. Meskipun setiap strategi berbeda untuk setiap perusahaan, tetapi tetap harus meliputi beberapa komponen yaitu :

· Data intelligence apa yang harus dihasilkan dan untuk siapa

· Dari mana sumber informasinya diperoleh

· Dihasilkan dari proses yang bagaimana

Didalam setiap komponen ini harus ada beberapa keseimbangan antara yang sesungguhnya dengan alternatif. Keseimbangan tersebut sebagai berikut.

Target intelligence versus radar intelligence

Strategi intelligence persaingan yang baik harus memiliki keseimbangan yang baik antara target intelligence dan radar intelligence.

Target intelligence dihasilkan untuk mengejar tujuan khusus yang telah ditetapkan atau untuk mendukung keputusan yang diambil secara individu, misalnya :

· Strategi rencana perusahaan

· Riset dan pengembangan pembuatan keputusan

· Rencana pemasaran dan penjualan

· Peluncuran produk baru

· Memasuki pasar baru

· Akuisisi / merger

Target intelligence dapat digunakan untuk menyerang (misalnya untuk menarik pelanggan pesaing) atau untuk bertahan (misalnya menghalangi masuknya pesaing kepada pasar kita).

Radar intelligence fokus kepada kunci persaingan dan berusaha untuk mengetahui “apa yang terjadi di luar sana’. Radar intelligence akan memberikan dampak kepada penyusunan intelligence dengan tujuan mengidentifikasikan perubahan signifikan yang terjadi di lingkungan yang dapat memberikan dampak terhadap :

· Kekuataan dan kelemahan kompetitif sekarang dan masa depan

· Peluang dan ancaman sekarang dan masa depan (termasuk untuk mendapatkan peringatan awal dari pergerakan pesaing)

Kebutuhan yang diinginkan versus penilaian pribadi

Tekanan lain yang harus dipecahkan dalam masalah strategi intelligence adalah antara kebutuhan konsumen yang sebenarnya dan perkiraan yang dibuat oleh manajer intelligence mengenai kebutuhkan konsumen yang sesungguhnya. Oleh karena itu sangat penting kegiatan intelligence agar berorientasi kepada customer driven. Konsumen sendiri selalu tidak mengetahui apa yang mereka butuhkan, meskipun banyak pemikiran mampu memikirkannya.

Meskipun konsumen mampu mengetahui apa yang mereka butuhkan pada saat itu, tetapi konsumen mungkin tidak dapat memperkirakan apa yang mereka butuhkan di masa depan. Oleh karena itu, manajer intelligence harus menyeimbangkan perkiraan antara yang dibutuhan konsumen dengan kebutuhan sekarang dan masa depan yang sebenarnya.

Produksi untuk konsumen versus produksi untuk supplier

Keseimbangan harus dicapai antara menghasilkan data intelligence untuk pembuat keputusan saja dan untuk seluruh bagian internal perusahaan dalam melakukan kegiatannya. Oleh karena itu salah satu kunci keberhasilan dari kegiatan intelligence adalah membangun jaringan kerja internal. Salah satu tujuan membangun jaringan ini adalah untuk menyediakan sumber informasi yang berguna bagi bagian yang membutuhkannya.

Menggunakan sumber internal versus menggunakan sumber eksternal

Satu keputusan yang besar dalam membangun strategi intelligence adalah membuat keseimbangan antara sumber internal dan eksternal. Akhir-akhir ini banyak informasi yang berasal dari sumber elektronik digunakan oleh orang banyak karena kemudahan dan kenyamanannya. Tetapi bagaimanapun, manajer intelligence harus mampu menahan dari keinginan untuk menghabiskan anggaran pada sumber elektronik eksternal. Informasi mengenai pesaing yang sangat berguna biasanya berasal dari dalam perusahaan dan bukan dari luar.

Informasi versus intelligence

Ada perbedaan mendasar antara intelligence dengan informasi. Intelligence adalah informasi yang bernilai tambah, dan ada yang beranggapan bahwa intelligence adalah informasi yang dievaluasi. Disetiap perusahaan pasti akan ada selalu pasar untuk informasi dan intelligence. Contoh perbedaan ini dapat dilihat antara informasi dari berita dan hasil analisis.

Fakta versus rumor

Manajer harus menyeimbangkan antara menghasilkan data intelligence yang mengandung rumor dan spekulasi dengan yang mengandung fakta data produksi atau penawaran.

Ada dua cara mengelompokan informasi pesaing yaitu :

· ‘Hard’ versus ‘soft’ informasi

· ‘Kuantitatif’ versus ‘kualitatif’ informasi

‘Hard’ atau faktual informasi biasanya muncul sebagai sebuah laporan yang terbagi-bagi, tidak uptodate, dan kadangkala tidak akurat. Contohnya adalah data statistik dan laporan keuangan. Sedangkan ‘soft’ informasi biasanya berupa opini dan komentar yang masuk akal. Tetapi tentu saja sangat baik jika menghindarkan perbedaan hard/soft secara bersamaan.

Perbedaan antara informasi kualitatif dan kuantitatif adalah salah satunya mengandung makna ganda (ambigu). Sebagai contoh, laporan pers menyatakan bahwa pesaing berniat untuk mengurangi kapasitas produksi sebesar 20%, dan ini mengandung makna kuantitatif. Tapi angka 20% mungkin berupa fakta baik itu mengandung opini atau rumor atau mungkin juga pendapat pribadi reporter.

Efisiensi versus efektivitas

‘Tidak ada gunanya memiliki sistem hebat tanpa menghasilkan barang yang tepat’

Manajer intelligence harus menyeimbangkan antara efisiensi dan efektifitas. Efisiens berarti mengumpulkan dan memproduksi data intelligence dengan cara yang benar. Sedangkan efektif berarti memproduksi data intelligence yang benar pada waktu yang tepat.

Jika penekanan dari kegiatan intelligence adalah pada berita produksi, maka efisiensi adalah mendapatkan dan menyaring informasi mengenai data pesaing. Tapi jika target kerja yang menjadi tujuan utamanya, maka tujuannya adalah efektifitas.

Keseimbangan antara efektifitas dan efisiensi akan berdampak terhadap alokasi sumber dalam kegiatan competitive intelligence. Target kerja intelligence biasanya lebih banyak menghabiskan waktu daripada dengan membahas berita, karena melibatkan lebih banyak kerja analisis.

Competitive Intelligence yang Efektif :

· mengetahui keputusan bisnis apa yang akan diambil

· mengantisipasi keputusan bisnis utama untuk masa depan.

· mengetahui bagaimana menggunakan data intelligence.

· membangun rencana competitive intelligence untuk mengidentifikasikan :

apa yang relevan/sesuai

siapa yang harus menggunakan dan bagaimana caranya

bagaimana untuk mengawasi penggunanya.

People : tempatkan orang yang tepat dalam competititve intelligence.

‘Orang yang tepat, kemampuan yang tepat’

Competitive Intelligence membutuhkan orang yang tepat atau akan menemui kegagalan. Yang dibutuhkan adalah orang dengan tingkat pengetahuan bisnis yang baik dan kemampuan komunikasi yang baik, seperti memadukan antara seorang pemimpin dengan tenaga penjual. Sikap yang harus mereka miliki yaitu keberanian (untuk mengatakan kebenaran), kemampuan diplomasi (mengatakan kebenaran dengan bijaksana), konsistensi (untuk terus mengatakan yang benar), dan cukup intelek untuk mengetahui kebenaran dari tangan pertama.

kemampuan kunci untuk Competitive Intelligence

Gambar Kemampuan kunci untuk Competitive Intelligence

Manager Competitive Intelligence harus memiliki kemampuan sebagai berikut :

· mengelola konsumen internal

· mengelola informasi penawaran

· mengelola proses poduksi data intelligence.

Manager intelligence harus mempersiapkan diri untuk membangun kemampuan yang luas, mulai dari kemampuan organisasi dan manajemen proyek yang baik, hingga kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola sumber internal.

Satu kesalahan terbesar dari konsep competititve intelligence adalah mengasumsikan bahwa butuh banyak orang yang berkualifikasi pendidikan formal bisnis, misalnya MBA. Tetapi dalam kenyataannya menajer intelligence membutuhkan beberapa orang kunci di setiap bagian, seperti : pengetahuan bisnis, kepemimpinan, manajemen, diplomasi, pendidikan, menulis, kemampuan berbicara, penjualan dan pemasaran. Dengan kata lain, manajer intelligence bukan hanya seorang yang spesialis. Selain itu manajer intelligence harus berusaha menciptakan merk untuk kegiatan mereka dengan logo dan nama yang cocok, karena hal ini akan memberikan identitas dan visi operasional.

Tabel : menampilkan kemampuan individu yang dibutuhkan pada tiga kegiatan intelligence.

Skill

Managing internal customer

Managing supplier

Managing production

Sales and Marketing

V

V

Interviewing

V

V

Workshop

V

V

V

Intellectual

V

V

V

Personal

V

V

V

Template construction

V

V

Manual filling/organisation

V

Sales dan marketing – kemampuan mengetahui pasar dan penjualan pesaing.

Interview – kemampuan untuk mendapatkan kebutuhan data intelligence yang diabaikan oleh senior manajer dan kemampuan untuk mendapatkan sumber informasi pesaing dengan wawancara.

Workshop – kemampuan menggunakan sesi kumpul kelompok dengan berbagai cara untuk menolong orang untuk belajar, membuat keputusan bekerja sama.

Intellectual skill – kemampuan menganalisis dan mengartikan informasi untuk menghasilkan pemahaman yang baik.

Personal skill – kemampuan yang dibutuhkan untuk melaporkan dan memberitahukan kepada konsumen dan supplier.

Template construction – kemampuan untuk mendesain produk intelligence yang akan digunakan untuk mendapatkan informasi dari konsumen.

Manual filling/organisation – kemampuan mengorganisasikan laporan dan informasi agar mudah dipahami dan dimengerti.

Resume :

COMPETITOR INTELLIGENCE

Strategy, tools and techniques for competitive advantage

By ANDREW POLLARD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: