Nyleneh, Melawan arus

Long week end barusan, saya berlibur ke rumah kakak di Bekasi dan Srengseng Sawah. Sementara banyak warga Jakarta menyerbu dan memenuhi Bandung untuk berlibur, saya “melawan arus” dengan tujuan liburan ke Jakarta. Karena melawan arus itulah sehingga perjalanan relatif lancar dan tidak ada hambatan berarti.

Melawan arus tidak selamanya berkonotasi negatif. Ketika mayoritas melakukan sesuatu yang dianggap sebagai hal yang umum, manakala seseorang beraktifitas yang berbeda maka kadang disebut sebagai melawan arus atau nyleneh. Walaupun kadang untuk masa kedepan ke-nyleneh-an tersebut pada akhirnya akan menjadi suatu trend setter juga.

Fenomena Tukul mungkin juga dianggap sebagai nyleneh. Gimana tidak ? Sementara didunia entertainment pertelevisian nasional dijejali oleh wajah-wajah imut nan rupawan, secara digdaya Tukul menjadi mercusuar dunia hiburan dengan wajahnya yang ndeso dan katro. Ungkapan-ungkapan yang adalah ”clemongan” dia, seakan menjadi trend setter pemirsa teve. Kembali ke laptop, ndeso, katro, tak sowek-sowek, puas-puas, menjadi kata-kata yang sering diacu oleh berbagai kalangan dari anak kecil sampai kalangan pegawai kantoran. Kemudian akhirnya Tukul menuai sukses melalui perjuangan panjang dan kristalisasi keringat.

Kesuksesan Tukul tidak bisa juga disebut sebagai kebetulan ataupun ke-nyleneh-an. Mungkin tepat juga disebut sebagai, kalau bahasa ndesonya, breakthrogh. Fenomena goegle ketika bersaing melawan yahoo atupun youtube bersaing dengan google, dapat dikatakan sebagai breakthrogh atau nyleneh atau apapun istilahnya.

Mungkin tidak akan dapat dibandingkan antara Tukul dengan Youtube karena memang tidak untuk dibandingkan, tetapi pelajaran yang dapat diambil bagi kita adalah bahwa sesuatu yang telah umum dilakukan karena telah menjadi kebiasaan atau karena kebesarannya, belum tentu baik dan benar dan harus kita ikuti. Ingat ketika Nabi Muhammad membawa Islam sebagai dien ditengah mayoritas penduduk Mekah yang masih menyembah berhala. Atau Galileo Galilei, kalau nggak salah, yang membawa keyakinan hingga ketiang gantungan tentang tatasurya bahwa bumi mengelilingi matahari, ditengah keyakinan faham sebaliknya yaitu bahwa matahari mengelilingi bumi. Mereka-mereka mungkin dianggap nyleneh bahkan gila pada saat itu, tapi akhirnya waktulah yang menasbihkan mereka sebagai pengusung kebenaran.

Tapi jangan samakan Tukul dengan Galileo. Tukul bukan pengusung kebenaran, melainkan hanya sebagai trend setter saja. Kehidupan sekarang ini cenderung sangat dipengaruhi oleh berseliwerannya informasi dari berbagai media disekeliling kita.

Kembali ke setelah long week end kemarin, semua akan menjalani rutinitas. Harusnya hari baru dihadapi dengan tambah semangat setelah di-charge dengan liburan yang cukup panjang, begitu bukan ?

No Responses to “Nyleneh, Melawan arus”

  1. orido Says:

    nyleneh ato nglawan arus mnurut aku sih gak ada salah nya.. selama nyleneh nya ke arah yg bener.. tapi emang pengertian nyleneh skrg ini lebih ke arah negatif..😦

  2. koclok bin laden Says:

    sebenarnya fenomena nyleneh itu kan nggak baku, sangat relatif tergantung dari sisi mana kita memandangnya…..

    ..oleh kerna itu bisa bermakna negatif atau positif….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: