Long Tail

Sekarang lagi ngetop paradigma bisnis “long tail”. Binatang apa itu dia sehingga tail-nya sangat long ?

Ilustrasi untuk menggambarkannya dapat diceritakan dengan contoh sederhana.

Ketika seseorang sudah jenuh dijejali hiburan yang itu-itu saja di berbagai media, misalnya musik pop lagu-lagu hits penyanyi terkenal, suatu saat timbul keinginan untuk menikmati musik yang lain dari yang lain atau musik yang spesial. Mungkin dia ingin bernostalgia dengan masa kecilnya sehingga dia berupaya mencari lagu-lagu lama yang sekarang nggak ngetop lagi. Misalnya kalau saya ingin bernostalgia maka saya berusaha nyari gending-gendingnya Ki Nartosabdo atau lawakannya Basiyo. Atau kalau lagi mau kembali mengingat masa anak-anak, saya akan mencoba nyari lagu-lagunya Adi Bing Slamet, Cicha Koeswoyo atau Joan Tanamal. Atau mungkin saya lagi kangen sama versi pertama kaset Badai Pasti Berlalu.

Kalau saya datang ke toko-toko musik, apa yang saya cari kayaknya nggak bakalan ada. Mereka menyediakan mungkin hanya sekitar ribuan item album, itupun kebanyakan album baru. Dimana saya dapat menemukan yang saya cari ?

Ketika tingkat kesejahteraan seseorang semakin meningkat maka orang menjadi berubah dari ”I want to be normal” menjadi ”I want to be special”.

Kembali lagi ke toko musik. Toko musik konvensional hanya dapat menyediakan koleksi yang terbatas karena dibatasi oleh media dan space. Padahal konsumen biasanya menyukai atas pilihan yang banyak dan beragam. Seperti contoh di atas, saat saya mencari yang saya inginkan ternyata saya tidak mendapatkannya. Akhirnya saya berburu ke internet.

Pilihan yang banyak dan beragam serta informasi atas produk tersebut dari pengalaman orang lain, menjadikan penjualan online sangat diminati. Dari tail-tail yang berjumlah banyak tersebut meskipun volumenya masing-masing tidak terlalu banyak, akan menghasilkan transaksi yang cukup mencengangkan. Katakanlah, dari penikmat gending-gending Jawa saja akan dapat kita harapkan cukup banyak yang ingin menikmatinya dengan mau membayar atas kepuasan yang diperoleh. Belum lagi kalau ketertarikan atas minat tersebut dapat dipicu oleh informasi dari komunitas serupa.

Pemain-pemain global long tail dapat diberikan contoh seperti : Amazon yang menyediakan ruang yang tanpa batas dengan produk book-nya, google dengan advertising-nya, google video dan youtube dengan gambar video, Netflex dengan koleksi DVD, NTT Docomo de el el.

Saat ini, pasar global telah berubah menjadi pasar yang terkotak–kotak, dipisahkan oleh minat yang berbeda yang akhirnya dapat menciptakan pasar khusus yang tidak terbatas. Secara sederhana dapat dikatakan : maraknya konvergensi tetap akan selalu menghadirkan divergensi.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: