Minat Baca

Sekarang memang agak susah menanamkan minat baca kepada anak. Tantangannya banyak sekali, dari game seperti Play Station sampai acara-acara teve. Siapa yang nggak suka maen game, apalagi bila begitu interaktif. Semakin kesini program-program game semakin canggih, beragam dan animasinya mendekati sempurna. Jangankan anak-anak, lha wong saya saja yang sudah tua (ngaku nih) masih demen main game. Sebab game adalah permainan, hiburan, kegembiraan, tantangan, kepuasan dan ketrampilan.

Juga media-media teve sekarang sudah beragam. Dari yang broadcast dan dapat dinikmati gratis oleh pemirsa, sampai menikmati siaran dengan berlangganan dan membayar. Sehingga bukan media lokal lagi yang ada melainkan sudah menjadi global.

Memang sih, dengan game dan teve akan ada manfaat yang diperoleh. Tapi bila memanfaatkannya tidak tepat dan tak terkontrol, pasti akan sangat merugikan, terutama bagi si anak. Keranjingan maen dan nonton, jarang bersosialisasi, belajar kurang dan yang terakhir ya itu … minat baca jadi kurang.

Tentu saja si anak tidak boleh divonis bersalah dulu. Andil orang tua, peran guru dan lingkungan masyarakat dalam membentuk anak sangat berpengaruh. Orang tualah yang harus mendukung anak untuk menumbuhkan minat baca dengan memberikan waktu dan sarana untuk membaca serta yang terpenting adalah memberi teladan dengan rajin membaca juga. Sangat tidak baik untuk dilihat dan diteladani anak, orang tua yang menyuruh anak untuk belajar ataupun baca buku seraya dianya sambil asyik ngopi dan ngrokok sedang lihat film di teve.

Demikian pula guru dan sekolah. Guru harus sering ”menyuruh secara halus” murid untuk membaca buku. Dengan bimbingan dan teladan yang baik, dapat mendorong murid mencintai membaca. Saya kira banyak program yang bisa diadakan oleh sekolah maupun masyarakat dalam rangka menumbuhkan minat baca ini.

Yah memang jaman sudah berubah. Kalau dulu karena nggak ada pilihan untuk menikmati sesuatu dan belum banyak saingan (a.l. teve, game), akhirnya banyak yang memilih untuk membaca.

Saya ingat dulu. Sewaktu masih SD hampir tiap hari saya ke perpustakaan sekolah. Disana sering baca majalah Bobo, Kuncung, majalah Hai (versi lama) atau buku-buku cerita. Kalau lagi punya uang, pinjam buku untuk dibawa pulang untuk dibaca dirumah. Makanya waktu kelas lima (kalau nggak lupa), saya sempat dapat penghargaan sebagai Pembaca Teladan di SD-ku.

Bukan hanya majalah maupun buku cerita anak-anak saja yang aku baca. Lantaran semua kakak pada asyik baca Kho Ping Hoo, waktu itu akupun sudah berpartisipasi ikut ramai membacanya. Bahkan karena minjamnya cuma satu jilid, kadang untuk membacanya sering terjadi “peperangan” alias rebutan. Dan ketika aku lihat di album foto keluarga lama, ketika difoto bersama kakak dan adek saya terlihat sedang memegang Kho Ping Hoo (kalau nggak salah judulnya waktu itu Pendekar Sakti). He he he …..

Memang setelah itu, hobi membaca karena pengaruh lingkungan, diwarnai dengan membaca yang nggak bener. Sempat beberapa kali sambil ngumpet baca Nick Carter, Anny Arrow ataupun majalah stensilan. Tapi itu waktu sudah gede, sudah es em a. Tapi ya itu, akhirnya bosan sendiri dan sadar sendiri.

Kembali lagi ke minat baca anak. Kesimpulannya diantaranya :

· Bimbingan dan teladan yang baik bagi anak dalam menumbuhkan minat baca melalui kesadaran dalam mengatur waktu antara belajar, bermain dan pengembangan diri.

· Upaya dari pihak sekolah (nb. Pemerintah) dalam menyediakan sarana dan prasarana baca dan perpustakaan. Juga memperbanyak program yang berhubungan dengan minat baca.

· Larangan tidak selalu menjadi jalan terbaik dalam menghindari anak menyalahgunakan minat baca. Jalan yang baik adalah memberikan informasi yang lengkap dan menarik disertai dengan akibatnya dikaitkan dengan bacaan yang tidak baik. Hal ini dapat diterapkan ketika si anak mulai belajar mengakses internet.

· Minat baca dapat dimulai dari minat si anak terhadap sesuatu. Misalnya, komik dari cerita kartoon Jepang, idola terhadap seseorang, bacaan agama untuk praktek ibadah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: