f(x) = f(t) + f(0)

f(x) = f(t) + f(0)

Persamaan di atas bukan merupakan sebuah rumus matematika maupun sebuah fungsi dalam statistik. Persamaan tersebut dibaca sebagai : Keberpihakan adalah merupakan sebuah fungsi waktu ditambah dengan keberpihakan awal. Nilainya relatif dan tergantung dari penggguna persamaan. Yang konstan adalah f(0), sedangkan f(t) nilainya berubah seiring berjalannya sang waktu.

Hitam, putih atau abu-abu suatu peristiwa dalam kehidupan yang dialami seseorang, akan merubah nilai keberpihakan. Cenderung pada sesuatu dan kemudian menggemarinya adalah rellatif karena pada saat yang lain seiring dengan perubahan yang terjadi, bisa jadi nilainya menjadi negatif dan akhirnya justru malah menjauhi dan membencinya.

Benar kata orang, cinta dan benci hanya dipisahkan oleh benang atau membran yang sangat tipis. Bila membran terkoyak maka ”air” akan mengalir menuju sebelahnya dan kemudian akan mempengaruhi keberpihakan. Jika cinta menjadi benci berubah begitu cepat akibat sesuatu hal, maka dapat dikatakan f(t) sangat dominan, f(0) tidak dapat berbuat banyak alias kecil pengaruhnya.

Apa implikasinya bagi kehidupan ?

Keberpihakan harus dilandasi pada dasar yang kuat, nilai f(0) harus besar sehingga perubahan pada f(t) tidak terlalu mempengaruhi nilai keberpihakan. Sikap hidup harus diperkuat dengan ilmu yang tepat dan benar serta dibumbui dengan hikmah pengalaman. Nilai positif akan stabil diperoleh bila nilai f(0) membesar melalui upaya yang positif dan tidak mengenal lelah dengan selalu memupuk sikap positif.

Susah diterima ?

Dapat diberikan ilustrasi untuk lebih mempermudah. Kembali lagi ke cinta dan benci. Cinta f(x) dipengaruhi oleh romantika perjalanan hidup yang mengharu biru f(t). Pengalaman hidup yang menambah nilai cinta ataupun justru peristiwa yang mengurangi nilai cinta. Kebersamaan, tawa canda, saling mendukung, rasa memiliki adalah merupakan pen-triger nilai positif bagi cinta. Sebaliknya pertengkaran, kebohongan, selingkuh hati adalah sebagian yang menyebabkan nilai cinta akan berkurang. Dan itu akan selalu ada terjadi sejalan dengan bergulirnya waktu dan perjalanan cinta. Nilainya akan berubah-ubah tergantung persepsi dan penerimaan diri.

Namun yang dapat mempengaruhi semua itu sebenarnya adalah f(0). f(0) adalah sikap dasar kita ataupun latar belakang kita dalam bercinta. Atas dasar apa kita mencintai sesuatu atau seseorang ? Karena materi kekayaan, nafsu memiliki, menikmati kesenangan, semangat berbagi, karena kemolekan tubuh, ketampanan atau kecantikan paras, atau karena keyakinan akan cinta Tuhan.

Bila segala cinta didasarkan atas cinta kita kepada Allah, bahwa kita mencintai sesuatu karena kita mencintai Allah, maka nilai f(0) akan besar. Apapun yang terjadi pada f(t) baik positif maupun negatif, Insya Allah tidak akan mempengaruhi nilai f(x).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: