Demit Cina

Ini bukan judul film horror. Juga bukan sebuah cerita misteri dari negri Cina. Ini hanya sebuah cerita tentang suatu selera. Tepatnya pemuasan selera akan rasa pada makanan selama liburan ke Jawa kemarin. Banyak cerita menarik yang dapat di sharing, dan salah satunya adalah Mbah Demit and fafa chinese food moslem (tulisan sesuai asli).

Demit alias Bakmi

Mbah Demit adalah warung bakmi di Klaten yang menawarkan beberapa jenis santapan yang masih berkaitan dengan mie. Ada beberap lokasi di Klaten yang berlabel Mbah Demit, dan salah satu cabangnya ada di dekat pasar Srago, dekat stasion kereta api Klaten. Kenapa dipanggil Mbah Demit ? Ketika saya tanya asal-usul nama tersebut kepada keturunannya yang membuka warung disitu, dia hanya tersenyum dan bilang nggak tahu. Yang jelas foto mbah Demit terpampang didinding warung tersebut.

Mbah Demit

Awal kesana untuk mencoba rasa masakan mie karena promosi dari adik ipar yang katanya mienya enak. Terpaksa deh bersama anak-anak akhirnya menuju ke warung mbah Demit dan mencoba makan mie goreng. Anak saya mencoba mie kuah. Seperti banyak di beberapa warung di kampung, khasnya dari mbah Demit adalah cara memasaknya masih konvensional menggunakan anglo berbahan bakar arang dan bumbunya langsung diracik saat dipesan. Jadi rasanya pasti segar.

Dan setelah menikmati bakmi mbah Demit, dari beberapa penikmat makan tadi (saya, adik, istri, anak-anak dan keponakan) berkomentar : ya cukup lumayan, tapi lebih enak di Palar. Kata anak saya yang badannya gede : “Ayah disini nggak terlalu enak, enakan di Palar dan lagian porsinya sedikit nggak kayak disana, banyak”. Sambil tersenyum sayapun hanya menanggapi dan mengiyakan untuk ke Palar besoknya.

Fafa Chinese Food Moslem

Mas Herry Nurcahyo namanya, dialah sang koki yang melayani dan memasak pesanan para pelanggan. Dengan gaya ala koki restoran hotel berbintang, ternyata mas Herry nggak hanya sekedar bergaya. Masakan yang dihasilkanpun cukup mengundang selera. Walaupun harga untuk satu porsi yang cukup banyak terbilang murah, rata-rata hanya 7.500 rupiah. Bagi saya satu porsi terlalu banyak, tapi tidak bagi anak saya yang pasti habis melahapnya.

FAFA Chinese Food

Dengan lokasi yang memang bukan di pinggir jalan besar, tapi warung fafa cukup dikenal meskipun dari mulut ke mulut saja. Dari jalan Yogya Solo, ke arah Bero-Trucuk membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh menit naik mobil ke arah makam Ronggowarsitu. Tetapi jangan kuatir, jalan sangat mulus dan nyaman diselingi dengan pemandangan ala ndeso yang menentramkan hati.

FAFA Name Card

Masih ada beberapa warung dan restoran di Klaten yang dapat diinfokan, but next time aja ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: