Words dan sword

Words dan sword adalah dua kata dalam bahasa Inggris yang mempunyai huruf-huruf dan pengejaan hampir sama. Memang secara fisik, maknanya sangat jauh berbeda. Antara kata-kata dan pedang memang dua hal yang berbeda jauh. Pedang dapat dilihat melalui indra penglihatan kita dan dapat dirasakan ketajaman melalui indra rasa kita. Sedangkan kata-kata dapat dimengerti dan dinikmati melalui indra pendengaran kita.

Namun bila berhubungan dengan ”kesakitan” dan ”pembunuhan”, dua kata tersebut memiliki fungsi yang sama. Pedang melukai kulit seseorang manakala dipergunakan oleh orang untuk membacok ataupun berkelahi. Sakit dan berdarah-darah sampai mati adalah sebagian andil dari pedang. Pedang disini hanya sebuah benda mati yang diatur dan dikuasai oleh pemiliknya.

Kata-katapun sebenarnya mempunyai perilaku yang hampir sama dengan pedang. Kata-kata bila dirangkai menjadi suatu kalimat atau bila dituangkan dalam bentuk tulisan, merupakan juga sebuah ”pedang”bagi dirinya maupun orang diluar dirinya.

Fungsi pedang dan kata-kata adalah netral, tergantung sang pengguna mau diapakan kedua buah benda tersebut. Kata-kata yang manis ibarat pedang yang indah dan layak untuk dikagumi dan dirawat. Namun kata-kata manis berupa pujian yang berbisa, laksana musang berbulu domba, meninabobokan sang penerima pujian, dapat menjadi sebuah pedang yang akan membunuh.

Ingat bagaimana ”pembunuhan katak” dapat dilakukan dengan sang katak merasa nyaman karena dilimpahi oleh air kesukaannya. Saat katak berada di dalam kaleng berisi air dan kemudian dipanasi pelan-pelan, suhu yang naik perlahan malah membuai sang katak untuk menikmati suasana kehangatan. Saat suhu kaleng memanas dan airpun ikut memanas, sang katak tidak merasakannya lantaran terhanyut dalam kelelapan. Dan akhirnya kelelapan selamanyalah yang dialami sang katak, alias mati dengan nyaman.

Demikianlah, puji-pujian yang berlebihan tanggapilah dengan bijak. Pujian menghadirkan kenyamanan dan membangkitkan serta mengembangkan kesombongan. Namun sebenarnya itulah awal dari kematian kita, seperti halnya sang katak yang dapat menikmati nyamannya air dalam kaleng.

Memang kritik yang menghujat kita, sering menyakitkan dan membuat keakuan kita mulai terusik. Namun sadarlah bahwa pujian dan kritikan adalah dua hal yang dapat berakibat sama maupun berbeda tergantung dari cara kita menyikapinya.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: