Piala Asia

Keterpurukan bangsa dan prestasi olah raga tidak berbanding lurus. Artinya negara yang sedang dilanda bencana, perang yang melibatkan seluruh komponen bangsa, tidak terus meredupkan prestasi dalam hal olah raga. Hal ini ditunjukan oleh Iraq pada Piala Asia. Sebagai negara yang sedang menuju perang saudara yang diarsiteki oleh Amerika, pasukan sepakbola Iraq maju ke final Piala Asia 2007. Katanya untuk berlatihpun mereka terpaksa harus mengungsi ke negara lain. Namun prestasilah yang diraih, meraka maju ke putaran final untuk pertama kalinya dalam sejarah melawan Arab Saudi. Dan musuh yang dikalahkannyapun tidak sembarangan yaitu Korea Selatan, langganan Piala Dunia dan sempat menjadi semifinalis.

Perjuangan mereka luar biasa. Mungkin penambah motivasi bagi mereka adalah mereka ingin menunjukan ke dunia bahwa meskipun negara dalam kondisi porak poranda akibat perang namun prestasi tidak harus terjerambet pula. Meskipun perayaan kemenangan dinodai dengan tewasnya puluhan fans di Baghdad akibat bom mobil, tidak mengurangi arti sebuah kemenangan dan perjuangan.

Keberhasilan Iraq menuju final Piala Asia tahun ini merupakan salah satu pernik dari hal positif yang diperoleh. Bagi Indonesia sendiri yang gagal pada babak penyisihan group karena kalah bersaing dengan Korea Selatan dan Arab Saudi, Piala Asia kali ini menyisakan harapan yang lebih baik. Diawali dengan sikap pesimis para pecinta bola dan masyarakat luas, ternyata pasukan Garuda menunjukan permainan yang cukup memukau. Dan hal lain yang menggairahkan adalah sikap dan perilaku penonton yang heroik tapi tetap simpatik meskipun kesebelasan yang dibelanya kalah. Sehingga tidak heran kemudian bermunculan komentar optimis dari berbagai kalangan terhadap masa depan sepak bola Indonesia.

Komentar menarik datang dari Tamara Geraldine yang sangat antusias menonton langsung pertandingan di Senayan. Dia ungkapkan bahwa menonton disini sudah seperti menonton di luar negri. Penonton mendukung kesebelasan favoritnya namun sportivitas tetap dijunjung tinggi. Dan ini adalah iklim yang bagus dan harus dipertahankan untuk sepakbola Indonesia.

Kemenangan Iraq dan kebangkitan sepakbola Indonesia merupakan salah satu dari hal positif yang harus kita tindaklanjuti. Bahwa untuk menggapai harapan harus dilakukan dengan perjuangan yang tiada henti dan dukungan yang terus menerus tanpa mengesampingkan semangat sportivitas dan kejujuran.

Bila bangsa ingin maju maka hal seperti diatas dapat dijadikan sebagai teladan. Dalam kehidupan politis misalnya, seorang peserta Pilkada yang gagal dalam pemilihan harus bersikap gentlemen mengakui kekalahan, tidak terus mencari kambing hitam dan mengerahkan massa yang dibayarinya. Bagi yang memenangkan pemilihanpun harus bertindak bijaksana dan terus istiqomah dengan misi dan visi yang diembannya. Manakala iklim yang sehat itu telah terbentuk, yakinlah kejayaan bangsa akan dengan sendirinya dapat terwujud.

Mudah-mudahan.

No Responses to “Piala Asia”

  1. stainless tanks Says:

    INDONESIA, BERJUANGLAH…
    BAWA NAMA HARUM BANGSA INDONESIA DI MATA DUNIA!!!
    GAPAILAH PRESTASI SETINGGI MUNGKIN..
    JADILAH JUARA SEJATI…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: