Hostility

Iri, dengki, cemburu yang tidak pada tempatnya akan menyebabkan rasa permusuhan. Bagi diri sendiri, perasaan ataupun sikap tersebut justru akan menimbulkan dan menumbuhkan gangguan jiwa. Sebab kata orang akar penyebab dari gangguan jiwa pada seseorang adalah rasa iri dan dengki tersebut.

Dalam pergaulan sehari-hari pasti kerap ditemui sikap seperti itu diantara orang-orang yang saling berhubungan. Di lingkungan kantor saja misalnya, rasa iri sering timbul jika membicarakan masalah jabatan, promosi, take home pay ataupun masalah pembagian pekerjaan. Dasar pijak timbulnya rasa iri adalah perbandingan persepsi diri sendiri dengan orang lain. Ketika kita merasa diri sendiri lebih dari orang lain dalam satu hal sementara orang lain tersebut memperoleh lebih dari yang kita terima, maka potensi rasa iri akan mudah timbul.

Kekecewaan karena tidak mendapatkan sesuatu sesuai harapan, juga akan mudah menimbulkan rasa iri. Lebih-lebih bila ambisi pribadi telah melingkupi diri dan dijadikan sebagai motor penggerak langkah.

Ketika kita mencoba membuat dan menilai perbandingan antara kita dengan seorang teman, maka sering kali dan biasanya penilaian dilakukan secara subyektif, tidak obyektif. Kesalahan-kesalahan kita sendiri, tidak dimasukana dalam penilaian (diabaikan) sementara lawan kita, semua kesalahan dimasukan sebagai bahan penilaian. Sehingga akhirnya kita sendirilah yang dianggap sebagai pemenang.

”Dia bisa apa, masak orang kayak dia yang komputer-pun nggak lancar, tau-tau sama bos dapat promosi jabatan. Harusnya Bos lihat dong, saya khan lebih canggih dari dia. Laha wong waktu sekolah saja dia seangkatan dan dia nyaris saja DO. Ah … kali ini bos salah dalam memilih orang !”. Begitulah kira-kira kesimpulan hasil penilaian pribadi.

Tidak salah memang bila kita berhak untuk menilai dan membandingkan dengan orang lain atas kerja dan prestasi kita. Namun hal yang harus kita lakukan selanjutnya adalah instropeksi alias melihat kedalam. Pasti masih banyak kekurangan dalam diri kita yang tersembunyi dari penilaian kita.

Dan hal selanjutnya harus kita lakukan adalah bersikap sabar dan ikhlas atas segala sesuatu yang kita terima, setelah tentu saja kita berupaya sekuat tenaga. Kalaupun kita rasakan tidak sesuai dengan fair play, maka sikap legowo adalah sikap yang terpuji. Ingat, iri dan dengki akan menimbulkan rasa permusuhan dan dapat menyebabkan gangguan jiwa.

Coba kenali ekspresi yang timbul dari rasa permusuhan (hostility) :

  • Cynicism : sikap sinis
  • Hostile attributions :gampang curiga pada orang lain
  • Hostile affect : negative thinking
  • Aggressive responding : cenderung selalu menggunakan kemaran dan agresi sebagai alat penyelesaian masalah
  • Social avoidance : cenderung menghindar dari orang lain

Mudah-mudahan kita terhindar dari iri dan dengki serta hostility yang mengakibatkan jiwa kita terganggu.

Semoga

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: