Belajar dari Irak

Irak juara Piala Asia 2007 !

Sungguh diluar dugaan dan diluar prediksi para analis dan pemerhati serta pecinta bola. Namun kenyataannya Irak juara setelah mengalahkan Sang Juara tiga kali, Arab Saudi di final yang digelar tadi malam di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

Sering terdengar komentar bahwa bola itu bundar, roda selalu berputar ataupun keajaiban bisa terjadi dimanapun, namun segalanya tidak akan terjadi dan berbuah manis tanpa perjuangan dan pengorbanan. Bagaimana tidak, dengan kondisi negara yang carut-marut akibat perang oleh invasi Amerika, suatu prestasi yang luar biasa ditorehkan oleh kesebelasan Irak. Makanya tidak heran apabila selebrasi kemenangan begitu membahana baik di Irak sendiri maupun para pengungsi Irak di luar negri. Bahkan saya lihat di stadion tempat pertandinganpun, sebagian besar penonton mendukung kesebelasan Irak. Salah satu alasan mungkin para penonton (saya rasa juga masyarakat Indonesia lainnya) mendukung terhadap tim (negara) yang lebih lemah dan bersimpati atas perjuangan mereka melawan imperialis.

Meskipun sering didengungkan bahwa jangan dicampur adukan antara olah raga dan politik, namun pasti tidak mudah untuk tidak bergerak sama-sama. Artinya perjuangan Irak di lapangan hijau merupakan refleksi dari perjuangan rakyat Irak. Tidak heran terdengar dari Sang Kapten Irak, Younis Mahmoud, setelah mengangkat piala kemenangan : “Saya ingin Amerika pergi!” “Hari ini, besok, atau lusa, pokoknya pergi. Saya berharap orang-orang Amerika tidak menginvasi Irak, dan semoga ini akan segera berakhir,”

Sah-sah saja Younis berharap demikian. Inilah jiwa nasionalis yang dituangkan dalam lapangan rumput hijau sebagai wujud cintanya terhadap negara dan rakyatnya. Seruannya pasti akan didengar oleh seluruh dunia. Dan dapat saya bayangkan bahwa mendengar kata-kata tersebut maka BUSH-pun hanya tersenyum kecut seraya dalam hatinya mengumpat he he he …

Akhirnya setelah sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Piala Asia tahun ini berlangsung dengan cukup baik, kita berharap setidaknya ada nilai lebih dari sekedar suksesnya acara ini. Yaitu : Kita dapat belajar dari Irak tentang pengorbanan dan Perjuangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: