Asgar .. Asal Garut

Kemarin sewaktu ke Jakarta, secara kebetulan bertemu dengan teman lama asgar, alias Asli/Asal Garut. Cukup lama tidak ketemu, sekitar hampir sembilan tahunan. Dulu sempat akrab karena merasa satu kampung karena istri juga asgar. Pembicaraan jadi nyambung kalau menyangkut masalah yang sensitif yaitu kota kelahiran berikut kebanggaan sebagai warga kota melihat perkembangan dan kemajuaannya.

Setelah basa-basi mengenai kondisi terkini dan keadaan selama tidak ada komunikasi, akhirnya pembicaraan mengarah kepada berita teranyar dari tanah kelahiran. Tidak lain adalah menyangkut korupsi Bupati Garut, Agus Supriadi, yang sedang ditangani oleh KPK.

Sebelumnya saya juga sudah mendengar dari surat kabar dan membaca dari informasi dari mulut-ke mulut (bahkan dari mertua) tentang ketidakwajaran kekayaan yang dimiliki Sang Bupati. Betapa ketika sebelum menjabat hanya punya sedikit namun setelah menjabat jadi punya banyak. Sangat menyolok karena jelas kelihatan perubahan yang terjadi dan akhirnya bisik-bisik tetangga mulai terdengar.

Teman saya mulai mengeluhkan mengenai perkembangan kota tercinta, betapa sekian lama setelah mengalami perubahan dari jaman orde baru sampai kini dalam masa orde reformasi, Garut masih tetap mempertahankan kemajuaannya. Alias perubahan ataupun perkembangannya ataupun kemajuannya relatif sangat sedikit Dan sayapun mengamininya. Menurutnya tidak ada perkembangan yang berarti dari kotanya. Terus katanya lebih lanjut, coba bandingkan dengan Ciamis tetangganya yang cukup ada perkembangannya. Sayapun kemudian meledek bahwa itu sesuai dengan trade mark kota Garut yaitu Kota Intan alias Indah Tanpa Andalan. Dan diapun tersenyum kecut.

Garut sebenarnya mempunyai banyak potensi, dari alamnya yang indah, dodolnya yang terkenal sejak dahulu, jaket kulit yang ngetop, domba Garut yang terkenal berkualitas, Cipanas yang menghangatkan dan masih banyak lagi. Namun ya itu tadi, perasaan sejak pertama kali saya ke Garut main dengan mantan pacar saya waktu itu sekitar tahun 90-an, sampai dengan sekarang saya melihat suasana kota masih sama. Kalaupun ada perubahan dengan adanya beberapa perumahan baru, secara keseluruhan tidak jauh berbeda dengan kondisi era tahun sembilan puluhan. Mungkin ini kebijakan PemKab-nya ingin mempertahankan identitas keGarutannya kali ya …

Memang mobilitas masyarakat Garut sangat tinggi terhadap kota sekitarnya seperti Bandung, Jakarta dan Tasikmalaya. Terbukti bus-bus dan elf-elf cukup banyak berseliweran. Namun kondisinya nyaris sama, angkutan tidak nyaman, dan untuk ke atau dari Bandung saja masih dilayani oleh bis yang itu-itu saja. Perjalanan yang lama dan melelahkan. Bandingkan dengan route Yogya – Solo dengan jalan 2 arah yang mulus dan lebar dan dengan angkutan yang banyak serta cukup baik … he he he …

Bagaimanapun saya tetap cinta Garut karena saya adalah bagian dari Garut. Bagaimana tidak lha wong saya sudah berani memiliki salah satu warganya. Sehingga selaku warga pecinta Garut saya berharap kasus Bupati Garut dengan korupsinya segera tuntas dan masyarakat serta pemerintahnya dapat fokus kepada pembangunan kota.

Hidup ASGAR !!!

No Responses to “Asgar .. Asal Garut”

  1. aRai Says:

    heuehueheuhe …. keren garut lah. sebagai koa kelahiran ma kota asal saya bangga dengan korupsi merajalela sang bupati … mun teu kitu mah garut moal terkenal atuh … wakakakakkakaka

  2. hasan parido Says:

    wah saya mah bangga teu bangga,bangganagarut jadi terkenal,masuk tv,masuk tv, teu banggana eta kasusna korup mang.omat ah pilih pamimpin nu bersih nu merakyat lah,hidup rakyat

  3. hasan parido Says:

    ka sobat sobat saya nu maca kana ieu bacaan, sok atuh kontak saya di http://www.haspar@yahoo.co.id

  4. prabu Says:

    Ari pilgub sasi April kedah kumaha ?
    Akang pilh saha, DAI, AMAN atanapi HADE ?
    atanapi teu milih ?
    atanapi milih dai anu hade ?
    atanapi … ?

  5. rahmat hesen Says:

    Mun garut hayang maju pilih gubernurna anu masih keneh jagjag tong aki-aki, tong anu sok korupsi, anu HADE no tilu. no hiji mah kapanan kamari oge nyimutan bupati garut nu korupsi urang garut mah nyeri hate ku nomer hiji mah moal bisa di ubaran, jabaning kasus kapling gate jeung alat beratna ge kan nuju diproses ku kpk lin kitu..
    sok ah wartosan dulur jeung baraya pilih nu hade we no 3

  6. prabu Says:

    hiji ditambah dua pan tilu nya’ kang ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: