Pengalaman adalah guru terbaik

 

Pengalaman memang menjadi guru yang sangat baik. Dengan belajar dari pengalaman, baik pengalaman sendiri maupun orang lain, terbentang titik terang bagi kehidupan saat ini dan mendatang yang harus dijalani. Memang tidak selamanya ketika kita berhadapan dengan suatu masalah, sudah tersedia guidance dari referensi pengalaman yang kita miliki. Namun minimal kalaupun kebijakan kita dalam berpikir dan bertindak belum tersedia, pola pikir dan pola tindak kita sangat diwarnai oleh pemahaman dalam menyikapi pengalaman-pengalaman diri.

Sang Milyarder yang terpuruk

Penampilannya sangat naif. Berbadan kecil, agak hitam dan cuek, itulah yang saya lihat dari teman baru saya. Nggak nyangka kalau dia adalah seorang insinyur jempolan. Pengalamannya sudah bertimbun dan wawasannya cukup luas. Siapa sangka, dia yang sekarang hanya ngontrak satu kamar kecil beserta keluarga di selatan Bandung, dulunya adalah seorang kontraktor besar.

Dia cerita bahwa pernah meskipun baru saja mendapat proyek puluhan juta Rupiah dari seorang Pejabat di Polisi, pulang ke rumah tanpa membawa sepersenpun, bahkan masih meninggalkan hutang di sebuah warung makanan (nggak perlu cerita kalau dia disana dizhalimi ybs). Dan ketika istrinya melahirkan di sebuah rumah sakit, sempat tidak bisa pulang karena tidak ada uang untuk menebusnya. Yang lebih memilukan lagi ketika sempat mau diusir dari rumah kontrakan karena belum membayarnya selama tiga bulan. Dan beberapa kisah pilu lainnya yang menimpa dirinya akibat kemiskinannya saat itu. Untung masih ada yang berbaik hati menolongnya dalam kondisi yang benar-benar terjepit.

Dia mengenang pada saat masa jayanya menangani proyek-proyek besar. Suatu saat ketika dapat proyek milyaran, dia memperoleh untung sekitar 350 juta rupiah. Dan dengan mudahnya keuntungan tersebut segera beralih rupa menjadi mobil, dibawa ke dugem dan juga lari ke wanita. Sudah lumrah, lanjutnya, bila kontraktor memperoleh uang muka dari proyeknya, maka minimal 10 porsen “harus segera” dihabiskan, segera dibuang. Ngak jauh-jauh, pasti ya larinya ke kehidupan malam atau “mo limo”.

Kegemerlapan sekarang hanya tinggal kenangan. Yang ada sekarang adalah memulai dari nol dan berani untuk bekerja keras lagi.

Hikmah dari pengalaman.

Berbekal rasa sakit setelah jatuh dari atas dan terjerambet menuju penderitaan, teman saya sekarang mulai bangkit. Dari proyek kecil-kecilan dia mulai terima. Yang penting kepercayaan dan kepuasan dari pemberi proyeklah yang dia harapkan. Dan ternyata itulah yang membuat dia sekarang justru lebih menikmati hidup.

Memang sekarang dia masih kontrak satu kamar kecil untuk keluarganya, bahkan untuk kredit motorpun masih belum berani, sehingga ke tempat proyek yang cukup jauhpun dia jalani dengan naik angkot. Lebih nikmat terasa dan tenang menjalani hidup, meskipun waktu untuk keluarga tinggal beberapa jam saja setiap harinya karena hampir tiap hari kerja lembur terus.

Yang paling saya suka dari dia sekarang adalah keikhlasannya dalam menerima semua yang dialaminya. Meskipun dia bilang bahwa sempat dia merasakan penderitaan dan kurang menerima cobaan Allah. Namun berangsur-angsur kesadarannya pulih kembali setelah menerima masukan dan bergaul dengan teman-temannya yang bener (maksudnya bukan hanya teman ketika sedang berfoya-foya). Dasar agamanya cukup baik sehingga hidupnya sekarang cenderung dijalani dengan kebenaran. Masalah dahulu sempat tersesat, itu adalah pengalaman yang sangat berharga yang tidak mungkin dia lupakan.

Makanya ketika teman lamanya mengajak untuk ke dugem, dia dengan tegas mengatakan tidak lagi. Atau teman lain sambil bercanda mengajak dia untuk mendekati wanita, dia bilang “wis emoh maneh !” “Kapok aku …”.

Pengalaman memang adalah guru yang baik.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: