Mo Limo

Angka lima banyak yang dijadikan sebagai pedoman, petunjuk atau tatanan. Kalau di angka arab dari angka 1 sampai dengan 9 maka posisinya adalah pas di tengah. Posisi tengah bisa diartikan sebagai penyeimbang antara sebelah kiri dan kanannya. Penjabaran bisa lebih jauh bila dihubungkan dengan hitam dan putih, kejahatan dan kebaikan, kekayaan dan kemiskinan, iman dan kafir, dan sifat-sifat yang saling bertentangan lainnya.

Banyak filosofi yang timbul dari angka lima bila di utak utik dan dihubung-hubungkan antara satu dengan lainnya.

Yang mengandung pedoman angka lima diantaranya : sholat yang lima waktu, rukun Islam yang lima, Mo Limo dan pasaran bagi orang Jawa, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, merupakan beberapa yang mempergunakan angka lima.

Lima dalam Agama

Tidak perlu diperdebatkan mengapa Allah menurunkan perintah sholat 5 waktu dalam sehari semalam. Kenapa tidak sembilan atau tujuh atau cukup satu ? Kenapa waktu sholat Maghrib cuma dikasih waktu yang nggak lama, atau kenapa waktu sholat Isya cukup panjang. Pasti Allah mempunyai maksud dan tujuan yang jelas disesuaikan dengan kebutuhan makhluknya. Secara logispun bila kita berfikir secara tenang dan masuk akal, maka pembagian waktu dan jumlah raka’at pada sholat mengandung manfaat dan sudah tepat bagi kita. Tentu saja syaratnya bila shalat itu dikerjakan dengan lengkap, baik dan benar. Bila tidak pernah sholat ataupun sholatnya bolong-bolong maka manfaat yang diperoleh tentu tidak akan secara maksimal.

Bicara tentang Lima maka Rasulullah pernah menyampaikan pesan untuk menjaga lima sebelum datang yang lima. Apa itu ? Hidupmu sebelum datang matimu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kesempatanmu sebelum kesempitanmu, mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum datang miskinmu. Kesimpulannya sih kita harus menjaga dan memanfaatkan segala potensi yang ada dikala kita berada pada sisi positif. Sebab bila akhirnya kita terdampar pada sisi negatif maka kesempatan untuk berbuat yang terbaik akan berkurang.

Selagi dalam keadaan sehat maka bekerja dan beribadah akan dapat dilakukan dengan mudah, tentu hal sebaliknya akan terjadi bila kita mengalami sakit. Memang dalam kondisi sakit masih bisa melakukan sholat, tapi tentu saja tidak maksimal. Sama halnya bila kita dikarunia harta berkecukupan, alangkah indahnya bila dimanfaatkan untuk senantiasa mengumbar kebaikan, menolong sesama dan mencari keridhaan Allah.

Mo Limo

Mo Limo apa itu ? Mo Limo itu kalau di Indonesiakan M yang Lima. Ada dua versi singkatan dari Mo Limo. Satu versi bermaksud tindakan yang harus kita hindari yaitu Maling (mencuri), Madat (nyabu, nyandu), Main (berjudi), Minum (mabuk-mabukan), dan Madon (main perempuan). Versi lain adalah mlumah (menghadap ke atas, tengadah), mengkurep (menghadap ke bawah, tengkurap), modod (bertambah panjang dan bertambah besar), mlebu (masuk), Metu (keluar). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat penjelasannya disini.

Disamping itu hari pasaran di Jawa juga mempunyai lima nama yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing. Saya ndak tahu apa makna dari masing-masing nama tersebut. Yang saya tahu bahwa nama-nama tersebut dipakai menjadi nama pasar di Solo seperti halnya beberapa nama pasar di Jakarta yang menggunakan nama hari (Pasar Senen, Pasar Rebo, Pasar Kemis, Pasar Jum’at, Pasar Minggu).

Yang saya tahu juga nama-nama pasar tersebut sering dipakai menjadi nama orang di Jawa. Tidak hanya nama orang namun juga sering dijadikan menjadi nama binatang peliharaan seperti kucing, anjing, burung, sapi atau kebo.

Kalau digabung bersama hari-hari Nasional yang ada tujuh, maka akan menjadi bahan rujukan bagi sebagian orang Jawa untuk menjalani kehidupannya seperti hari baik dan tidak baik untuk melakukan pernikahan, pekerjaan, pertanian de el el. Juga jodoh tidaknya antara cewek dan cowok yang akan mengikat janji bisa batal lantaran hari kelahiran. Begitu kira-kira.

Kalau sebelum nikah dulu saya sempat dinasehati sama teman (yang bandel) untuk mempertimbangkan juga Mo Limo. Mo Limo disini bukan Mo Limo seperti paparan di atas melainkan : Madhep Manteb Mangan Melu Morotuo. Kalau dilanjutkan Mo-nya lagi : Morotuo Mulyo Melu Mangayubagyo, Morotuo Mati Melu Marisi. He he he ……. Kalau yang ini abaikan saja karena agak saru, petunjuk bagi pasangan hidup sejati alias suami istri : Mo Limo : Mirsani-Mlebu-Metu-Muncrat-Mesem (sorry bukan maksud vulgar lhooo just kiding he he he ….)

Tags: ,

No Responses to “Mo Limo”

  1. bumisegoro Says:

    Wage ada yang mengartikan WAyah giniGE. yang lainnya aku lupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: