Embun laksana permata

Sungguh mempesona
saat mata tertawan oleh kilau setetes air embun yang disinari mentari pagi
yang seakan menjadi bulir mutiara bercahaya

lekat seolah berharap pada ujung daun itu
bergantung dengan butir air embun berkilauan
jauh dari derita
jauh dari kepahitan
jauh dari sengsara
hanya aman damai dan bahagia

Tiba-tiba butir mutiara itu luruh jatuh
sebutir pecah menimpa bumi
dan lenyap
hilang tanpa berbekas

Ujung daun tinggal kosong
tidak ada apa-apa lagi
tidak ada mutiara-mutiara berkilau yang menggantunginya

seperti itulah hidup
Hanya setetes air yang berkilauan untuk sesaat saja
kemudian apabila saatnya tiba
akan gugur dan lenyap
tanpa ada bekas tersisa

Kita adalah ibarat mutiara air embun yang jatuh ke bumi
lenyap sudah kilauannya
lenyap gemerlap cahyanya
layaknya embun berkilau
tiba-tiba hilang cahayanya karena tertelan lapangnya bumi

hanya tinggal air menggenang di daun
tidak ada indahnya
tidak ada cahayanya
menanti saat gugur ke bumi

Akankah kita hanya menjadi embun permata sesaat saja ?

indah …. jatuh ….. lenyap dan hilang hanya sesaat

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: