Marhaban ya Ramadhan

Sebentar lagi kita menyambut bulan penuh berkah, bulan yang selalu dirindu dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan dimana nabi Muhammad selalu penuh bahagia menanti dan berharap akan kedatangannya. Bahkan beliau pernah mengungkap seandainya manusia tahu akan keutamaannya, pasti manusia akan mengharap semua bulan adalah bulan Ramadhan. Betapa dalam bulan tersebut, seorang hamba mampu memperoleh kenikmatan dalam beribadah dan bermuamalah, lebih dekat kepada Tuhannya dan mencurahkan segala daya untuk mencapai keridhoannya.

Bulan Ramadhan selalu disambut dengan antusias oleh para muslim. Shaum adalah ibadah utama yang harus dilakukan disamping ibadah-ibadah lainnya. Semua ibadah terasa lain saat dilaksanakan di bulan Ramadhan, semua terasa nikmat karena Allah melimpahkan begitu besar kasih sayangnya.

Persiapan menyambut Ramadhan

Oleh karenanya persiapan menyambut bulan tersebut harus maksimal dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal pula.

  • Persiapan Fisik

Fisik, kesehatan tubuh harus tetap dijaga kebugarannya sehingga pada saat melaksanakan shaum dan ibadah-ibadah lain tidak menemui kendala. Pada bulan Ramadhan, meskipun tidurnyapun dinilai sebagai bentuk ibadah, namun akan lebih baik bila kita melakukan aktivitas ibadah dan muamalah yang lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya. Sedikit beristirahat dengan tidur akan lebih baik daripada terlalu banyak tidur dikarenakan badan dirasakan lemah akibat shaum. Toh pada dasarnya kemauan yang kuat akan mengalahkan rasa capek dan kantuk. Aktivitas ibadah akan terasa nikmat dijalani, bila ada kemauan yang kuat didukung dengan fisik yang prima.

  • Persiapan Mental

Perbanyaklah berdoa kepada Allah agar dikaruniai umur menyambut bulan Ramadhan. Apa sih yang dapat kita lakukan untuk memperkuat keyakinan kita, selain dengan berdoa dan berpasrah diri kepada Allah ? Sebagai hamba yang lemah dan selalu bergantung, maka Allahlah jalan satu-satunya, Dzat yang mampu menguasai makhluknya.

Yakinlah bahwa dengan kita berpasrah diri menyerahkan segalanya kepada Sang Khaliq, maka jalan terbentang dengan lempang. Tiada aral melintang bila Allah telah berkehendak, karena Allah begitu mencintai hambaNya yang berpasrah diri kepada Tuhannya.

  • Persiapan Ilmu

Manuasia yang beraktivitas dengan ilmu tentu lebih mulia daripada manusia yang melakukan segala sesuatu hanya berdasarkan kebiasaan ataupun kemungkinan-kemungkinan. Bekal kita dengan melengkapi diri memperbanyak ilmu tentang shaum dan ilmu agama lainnya, akan sangat membantu dalam melaksanakan amalan-amalan di bulan Ramadhan. Rasa mantab dan penuh keyakinan akan menyertai saat amalan tersebut dijalankan. Dan tentu saja kita dapat menghindari jalan yang salah dengan kita mengetahuinya dari ilmu yang kita peroleh.

Apa makna yang kita peroleh dengan shaum yang kita jalani ? Akan bersemangat rasanya menjalankan shaum bila kita tahu begitu banyak manfaat yang diperoleh. Sementara bila tiada ilmu, orang akan menjalankan ibadah berdasarkan kebiasaan atau ikut-ikutan saja. Bukankan Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa begitu banyak orang yang berpuasa namun tidak memperoleh apa-apa kecuali lapar dan dahaga ?

Tentu kita tidak mau untuk menjadi orang yang sia-sia. Ibarat kita bekerja keras selama sebulan, namun oleh majikan tidak digaji sepersenpun. Alangkah sengsaranya.

Masalah puasa, kita harus tahu makna dan manfaat berpuasa agar menjalaninya dengan penuh keyakinan. Serta tentu saja hal-hal yang akan membatalkan, mengurangi dan menghilangkan nilai ibadah shaum yang kita jalani.

Apalah artinya bila niat kita berpuasa hanyalah untuk sekedar menghapus kewajiban saja, sementara nilai manfaatnya tidak diperoleh.

  • Persiapan Harta

Selain menjalankan shaum, umat Islam saat bulan Ramadhan berlomba-lomba dalam beramal. Memberi infaq, shadaqah sangatlah dianjurkan untuk kemashlatan umat. Oleh karenanya para shahabat pada jaman nabi, begitu bekerja keras sebelum Ramadhan tiba dalam mengumpulkan harta dan memberikannya saat Ramadhan melalui amalan shadaqah. Sungguh rencana dan tindakan yang tepat dan mulia.

Saya jadi teringat dengan beberapa warung rumah makan Padang disebelah kantor di Jakarta dahulu . Saat hari-hari biasa mereka begitu bersemangat mencari rejeki dengan terkadang kerja sampai malam. Dan begitu Ramadhan hampir tiba, mereka menutup warungnya dan pulang ke kampung halamannya untuk menjalankan puasa disana.

Kasih sayang pada sesama dengan memberikan perhatian dan sebagian harta benda kita adalah merupakan ajaran dan sikap yang harus kita bina melalui Ramadhan. Tentu sikap yang baik tersebut harus terus dibina dan ditumbuhkan selalu tidak hanya pada bulan Ramadhan.

Apabila kita telah menyiapkan segala sesuatu dengan baik untuk menyambut bulan Ramadhan, maka rasakanlah sendiri betapa akan nikmatnya kita menjalaninya nanti. Dan akan merindukan bulan Ramadhan tahun nanti. Bila Tuhan menghendaki.

Marhaban ya Ramadhan !

No Responses to “Marhaban ya Ramadhan”

  1. peyank Says:

    marhaban Ya Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: