Oral – Anal

Damai benar suasana pagi ini. Sehabis melaksanakan sholat Subuh di mushola dekat rumah, Mas Pras menyiram taman di muka rumah. Daun, batang dan bunga menyapa air dingin yang membasahinya. Hijau semakin hijau kala tetesan air mengalir susuri dedaunan. Basah dan hijau rumput menyisakan kesegaran nuansa. Dan ceria pagi diiringi lembut mentari dan kicau burung menimpali, membuat suasana hati semakin ayem. Alam memberikan kesegaran. Alam memberikan kenyamanan bila kita bersahabat dengannya.

Sementara Mbak Tika, membersihkan lantai rumah di dalam dan di depan. Sedangkan Ganden, berusaha untuk menghilangkan nggantuk dengan gerak-gerak badan sedikit di beranda.

Setelah selesai menyiram taman dan mengagumi hijaunya tetumbuhan, Mas Pras kemudian meraih koran pagi dan mulai mengarungi rutinitas harian sebelum ngantor.

Mas Pras :         Astaghfirullah !

Mbak Tika dan Ganden-pun menoleh memperhatikan Mas Pras yang lagi asyik baca koran.

Mbak Tika :       Ada apa sih Mas ? kok pake nyebut segala

Mas Pras :         Ini lho Dik, berita di koran ini yang kalau menurut saya ruar biasa.

Mbak Tika :       Apa Mas beritanya ?

Mas Pras :         Ini …. tentang legalisasi seks oral dan anal yang diusulkan menjadi RUU oleh parlemen negara tetangga kita, Singapura.

Ganden :           Apa itu Yah …, oral sama anal

Mas Pras :         Den, oral tu mulut, anal tu yang dibelakangmu itu          

Ganden :           Dibelakang saya sekarang ada Ibu, Yah. Jadi anal itu ibu atau perempuan ya yah ?

Mas Pras tertawa kecil dan Mbak Tika tersipu malu

Mas Pras :         Bukan Den, Ayah jelasin yang benar ya. Kalau kamu bicara itu menggunakan mulut atau oral. Sedangkan kalau anal, yang di belakangmu itu maksudnya anal tuh ada di pantatmu, tempat kamu beol itu.

Ganden :           Ooo … jadi oral tempat masuk dan anal tempat keluar, gitu ya Yah ya ?  

Mas Pras :         Untuk sementara begitulah. Nanti kamu akan lebih paham kalau pelajaran biologi. Nah sekarang kamu mandi sana ! Siap-siap mau sekolah kan ..

Mbak Tika :       Iya Den, jangan lupa sikat gigi dan buang air besar ya …

Ganden :           Oke Bu, sikat gigi pake anal dan buang air besar pake oral ya Bu ?          

Mbak Tika :       Kebalik atuh Den, kamu teh sering begitu .. dibalik-balik kayak Ayahnya saja ..   

Mas Pras :         Lho apa hubungannya dengan saya Bu, masalah mandi tadi dan oral anal kok ke saya …

Mbak Tika :       Nggak Yah … terus apa berita selanjutnya

Mas Pras :         Ganden sudah ke kamar mandi kan ?

Mbak Tika :       Iya barusan sudah ke sana ..

Mas Pras :         Selanjutnya ya karena memang seks bebas sudah di legalisasi di sana seperti halnya di negara barat, maka biasanya timbul keinginan lebih jauh dalam mengatur masalah manusia yang paling tua, yaitu masalah seks. Cara melakukan hubungan seks mulai diatur, artinya yang kalau dahulu dilarang karena dianggap ”menjijikan”, karena sekarang sudah bukan hal baru lagi maka sekarang-sekarang diperbolehkan dengan catatan.

Mbak Tika :       Kalau masalah homo atau lesbi itu bagaimana sih ?

Mas Pras :         Kalau berdasarkan pandangan kita yang awam ini sih, pada dasarnya perilaku menyimpang tersebut sebenarnya seolah-olah dikondisikan. Ibaratnya kalau orang sudah mblenger pada sesuatu, maka ketika disodori hal tersebut pasti dianya nggak mau ataupun kalau diterima pasti juga akan ditelantarkan.

                        Hal serupa mungkin terjadi pada masalah gaya permainan seks (oral, anal, dll) maupun pola hubungan seks (normal, homo, orgy dll), dimana seseorang cenderung mencari hal-hal yang baru. Orang cenderung akan mencari sensasi baru karena yang lama sudah dianggap konvensional dan tidak menciptakan tantangan dan gairah baru lagi.

                        Hubungan antara pria dan wanita, dianggap sudah tidak menarik lagi sehingga lahirlah hubungan sejenis. Hubungan seks dengan gaya lama dianggap sudah monoton dan membosankan, maka lahirlah gaya-gaya baru penuh sensasi. Masalah beradab dan tidak, bukan dipakai sebagai tolok ukur lagi. Untuk kalangan yang lebih ekstrim lagi, pola hubungan seks bahkan memanfaatkan benda dan makhlik hidup lain selain manusia.

                        Na’udzubillahi min dzalik

Mbak Tika :       Tapi khan kalau homo sebenarnya merupakan penyakit, yang kadang seseorang tidak bisa untuk merubahnya atau bisa dibilang merupakan bawaan dari kecil

Mas Pras :         Ada juga begitu sih …. Sebenarnya kalau kecenderungan itu berawal dari kecil dan kemudian seakan-akan dibina dan berkembang dengan subur, factor utama adalah pada kepedulian keluarga dan lingkungan pergaulan. Bila keluarga cuek dan tidak peduli malah mengucilkan, begitupun dengan lingkungan, maka kecenderungan itudapat saja bertahan dan berkembang. Sebaliknya kalau ada casi sayang dan memberikan solusi yang baik dan tepat, maka kemungkinan kembali normal adalah hal yang wajar terjadi.

Mbak Tika :       Kembali ke masalah gaya permainan seks yang aneh-aneh tadi. Kalau Mas ada pikiran atau keinginan ndak melakukan hal itu. Misalnya pengin nyoba hal-hal yang baru, gaya-gaya baru … atau

Mas Pras :         Pasangan Baru …. !!

Mbak Tika :       Ihh .. mas tuh langsung nyambar saja. Mau ya pasangan baru. Oh pantesan beberapa hari ini Tika lihat, Mas kok sering senyum-senyum saja sambil memandang di luar. Dan lagi pulang ke rumah kok jadi agak lebih cepat, kemudian habis tarawih pulangnya agak malam. Tika curiga, Mas pengin nyoba tadi, nyoba pasangan baru ya … !!

Mas Pras :         Aduh Dik, kok jadi malah marah-marah begini. Ingat ini lagi puasa, lagi shaum. Kendalikan diri dengan mengendalikan nafsu. He he he .. lagian biasanya nggak dipermasalahkan kok sekarang jadi masalah. Saya pulang lebih cepat, karena memang sekarang khan bulan puasa jadi lebih cepat. Kemudian sehabis tarawih khan ada tadarusan sama Bapak-bapak tetanggga.

Mbak Tika :       Jadi nggak tho Mas, kalau nggak ya sorry saja. Maklum terbawa-bawa emosi.

Mas Pras :         Ya sudah, lain kali jangan begitu apalagi ini bulan puasa

Mbak Tika :       Lain kali Mas juga jangan asal nyamber saja

Mas Pras :         Saya nggak asal nyamber saja kok Dik, kemarin nyamber beneran itu tuh … tetanggga sebelah yang manis …itu ……

Mbak Pras tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena keburu lari di kejar sama Mbak Tika. Di pagi hari itu akhirnya terjadi kejar-kejaran. Tentu saja nggak bener-bener karena hanya bercanda. Sementara Ganden yang sedang mandi, tersenyum mendengar teriakan Ayah dan Ibunya yang lagi bercanda, tepatnya pura-pura marahan tapi sambil senyam-senyum.

Asal jangan S3 saja alias Senyam Senyum Sendiri, kalau bahasa Sundanya Sura Seuri Sorangan, nanti disangka ada sesuatu yang telah berubah …….

No Responses to “Oral – Anal”

  1. asukowe Says:

    Baca aja deh…

  2. wedulgembez Says:

    wah orang moral exporan barat memang rusak. lama-lama ada undang-undang yang membolehkan kawin (nikah) ama Anjing. (Bukan menyinggung ASUKOWE lho!)

  3. wedulgembez Says:

    wah moral exporan barat memang rusak. Barat emangRusak moralnya, dan anehnya Timur mau mengimpor.Prostitusi Di-bursa-kan, kawin homo lesbi disahkan, lama-lama ada undang-undang yang membolehkan kawin (nikah) ama ANJING untuk kepuasan. (Bukan menyinggung ASUKOWE lho!)

  4. wedulgembez Says:

    wah moral exporan barat memang rusak. Barat emang Rusak moralnya, dan anehnya Timur mau mengimpor.Prostitusi Di-bursa-kan, kawin homo lesbi disahkan, lama-lama ada undang-undang yang membolehkan kawin (nikah) ama ANJING untuk kepuasan. (Bukan menyinggung ASUKOWE lho!)

  5. abeeayang Says:

    si ganden belon saat nya tao loch mas! awas yach tak laporin ke pos hansip bira dijerat ama UU parnoprono rona rono.:mrgreen:

  6. Jembut Says:

    wellleh….10X kok nggladrah ta, mbok ya nyebut….but….but…..but… pancen zaman uueeeedan tenan…

  7. the_napster Says:

    Astaghfirulloh tnan iki….. Dunia oh Dunia…. ono ono wae,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: