Tujuh

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS Fushshilat : 12)

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS Al Mulk : 3)

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Ath Thalaaq : 12)

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS Al Israa : 44)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami). (QS Al Mu’minuun : 17)

Dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, (QS An Naba : 12)

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (QS Nuh : 15)

Tujuh dalam hitungan kita.

Menurut ilmu kita dalam hitungan, tujuh adalah sebuah angka sesudah satu, dua, tiga, empat, lima dan enam. Dan sebelum delapan dan sembilan.

Apakah penciptaan langit dan bumi dalam tujuh lapis atau tujuh tingkat seperti yang Allah informasikan kepada kita, adalah tujuh yang terhitung ? Seperti hal misalnya gedung dengan tujuh tingkat, kue lapis dengan tujuh lapis berbeda warna atau layaknya tumpukan bata dalam tujuh lapis sejajar horizontal.

Dengan pengetahuan yang kita miliki sekarang bahwa alam semesta terdiri dari bumi kita yang mengitari matahari kita dalam tatasurya, dan kemudian membentuk galaksi yang merupakan salah satu dari milyaran galaksi yang ada, apakah tujuh lapis langit adalah seluruh bagian dalam alam semesta ? Atau jutaan bintang dalam satu galaksi kemudian jutaan galaksi dalam alam semesta ini hanya merupakan satu lapisan langit saja ?

Tujuh yang menggambarkan tak terhingga

Hanya Allah-lah yang tahu akan semua itu. Angka tujuh-pun hadir dalam mimpi raja pada jaman Nabi Yusuf.

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering.” Hai orang-orang yang terkemuka: “Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi.” (QS Yusuf : 43)

Dan perumpamaan balasan Allah bagi orang yang menafkahkan hartanya

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah : 261)

Serta pintu neraka Jahannam yang berjumlah tujuh

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (QS Al Hijr : 44)

Namun pada hakekatnya ilmu kita yang ada hanyalah sedikit dibanding dengan ilmu Allah.

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Luqman : 27)

Akankah kesombongan kita setelah tahu tiada artinya kita ini lantas menjadi luruh ? Toh ilmu yang kita miliki sekarang ini hanyalah laksana setetes air dibanding lautan ilmu Allah yang tanpa batas.

No Responses to “Tujuh”

  1. blogkeimanan Says:

    Akankah kesombongan kita setelah tahu tiada artinya kita ini lantas menjadi luruh ? Toh ilmu yang kita miliki sekarang ini hanyalah laksana setetes air dibanding lautan ilmu Allah yang tanpa batas.

    *menangis…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: