Aliran Sesat

Aliran air, aliran listrik, aliran dana pasti bermanfaat bagi kehidupan kita. Tapi aliran sesat ? Namanya juga sesat, harusnya menyesatkan bagi yang memandangnya sesat.

Kalau di dunia persilatannya Kho Ping Hoo atau SH Mintardja, aliran sesat adalah golongan atau kelompok orang yang jahat, lawannya para pendekar tokoh cerita. Bila dipertegas maka para pendekar dan pejuang kebenaran adalah aliran putih dan sebaliknya para penjahat adalah aliran hitam. Hitam dan Putih. Terang dan Gelap. Baik dan Buruk. Dan ending atau akhir dari cerita adalah biasanya kemenangan bagi golangan putih.

Fenomena aliran sesat di alam reformasi

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang dihebohkan oleh begitu maraknya bermunculan sejumlah aliran sesat menyangkut keyakinan beragama. Ada Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Qur’an Suci atau sebelumnya pengikut Lia Eden. Keyakinan mereka beragam. Ada pemimpinnya yang mengaku sebagai nabi setelah memperoleh mimpi beberapa kali, ada yang merasa dan meyakini bahwa dirinya adalah malaikat Jibril setelah mengalami berbagai keajaiban. Dan ada pula yang merombak tatanan ketauhidan serta tata cara ibadah sebuah agama yang sudah mapan. Dan mungkin ada berpuluh, beratus atau mungkin berribu individu maupun kelompok yang dapat dianggap sebagai aliran sesat tetapi masih belum ter-publish.

Apakah ini buah atau salah satu ekses dari reformasi ya ? Sudah kita lihat bersama bahwa masyarakat Indonesia sekarang begitu “bebas”. Bebas berbicara, bebas mengeluarkan pendapat, bebas beraktivitas dan juga bebas membentuk dan mendirikan kelompok atau organisasi tanpa takut ditangkap atau “diciduk”. Sehingga mungkin, sekali lagi mungkin, pimpinan dan pengikut aliran sesat tersebut menganggap keyakinannya adalah bagian dari suatu kebebasan dalam berpikir di era reformasi ini.

Kebingungan masyarakat semakin bertambah, ketika terjadi silang sengketa pendapat dan omongan para tokoh. Kalau tokoh yang berkompeten mungkin dapat dijadikan sebagai acuan, misalnya dalam hal agama maka MUI atau Departemen agama yang ngomong. Lha ini tokoh yang nggak nyambung sama sekali dengan permasalahan ikutan ngomong, nggak bener lagi tapi dilakukan dengan penuh keyakinan laiknya seorang tokoh yang didengar apa yang dikatakan. Wis …. tambah ruwet.

Piye Apike ?

Lha bagaimana baiknya ? Sudah jelas to, sebagai bangsa yang berlandaskan hukum dan telah mengalami fase kruisial dengan adanya reformasi, maka segala yang berkaitan dengan masalah bangsa ya dikembalikan saja kepada mekanisme yang mengaturnya.

Sekarang tinggal ditunggu keputusan dari lembaga yang terkait. Kalau MUI sudah menentukan atau memfatwakan bahwa suatu aliran kepercayaan dinyatakan aliran sesat, maka pemerintah segera bertindak. Pemerintah segera menetapkan keputusan tersebut. Pemimpin dan pengikutnya berarti melawan hukum bila tetap berkeyakinan akan kepercayaan yang salah tersebut. Seperti halnya Lia Eden yang segera diadili dan dihukum, maka pemimpin aliran tersebut segera ditangkap, diadili dan diproses secara hukum.

Bagaimana dengan pengikutnya. Ya kalau bisa diinsyafkan akan kekhilafannya sehingga dapat kembali ke jalan yang benar, kalau masih ngeyel ya di proses saja secara hukum.

Langkah selanjutnya ? Bagi pemerintah berkewajiban untuk terus memantau aktivitas para warganya dan tetap membina iklim yang baik bagi kehidupan keberagamaan.

Bagi para tokoh dan umat beragama, terus membina keimanan dan keyakinan akan agamanya sehingga akan meminimalkan pengikut agama yang berupaya untuk membuat “hal-hal yang baru”. Walaupun saya yakin, yang namanya manusia pasti ada beberapa yang mempunyai pikiran ”kreatif” dan ”nyleneh” dalam berbagai hal. Termasuk didalamnya untuk mengutak-atik sesuatu yang sudah mapan. Misalnya dalam agama Islam sebagai agama samawi yang sudah jelas datangnya dari Allah, maka oleh segelintir manusia dicoba untuk dibelokan, Al Qur’an-nya, Hadits-nya, Ijma’ atau tata cara beribadah atau akidahnya. Dan anehnya, ketika dia menyampaikan hasil rekayasanya, ternyata ada orang yang membenarkan dan mengikutinya. Wallahualam.

Akhirnya, semua kita kembalikan kepada Allah sebgai pencipta alam dan pencipta manusia. Adalah Allah yang tidak akan ada sesuatu yang terluput dari Pandangannya. Jangankan tingkah polah manusia yang tidak tahu diri meskipun secara sembunyi, daun jatuh dari seluruh pohon di alam semesta dari awal alam semesta ada sampai nanti akhir jaman, tidak terlepas dari Hitungan dan Pandangan Allah. Dan kita sebagai makhluk ciptaannya hanya mampu untuk berserah diri.

Tags: ,

No Responses to “Aliran Sesat”

  1. Wawan Indrawanto P.W Says:

    Lha ….Reformasinya sich ga salah-salah amat,,……… Allah sedang menguji para Ulama & Umaro negeri ini kali ya ?!. Nach…..Kalo ujiannya lulus, tinggal tunggu buah baiknya dari Allah.

  2. prabu Says:

    Benar. Smoga ini adalah merupakan bagian dari langkah menuju kejayaan bangsa yang memang harus dijalani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: