Sungguh telah jelas petunjuk Allah

Sungguh berat memang menjadi orang yang baik, orang yang beriman kepada Allal SWT dan mengimplementasikan keimanannya itu melalui tindakan nyata ber-amar ma’ruf nahi munkar, berbuat kebaikan dan menghindari kemungkaran.

Berat bila kemauan kita belum mantab. Tidak sepenuh hati bila hasrat kepada Ilahi belum merasuk ke hati. Dan serasa menjadi beban bila keyakinan akan Kuasa Allah belum menjadi keyakinan diri.

Namun bila keyakinan sudah menghunjam dalam dada, hasrat begitu menyala-nyala disertai kemauan yang begitu menggebu untuk selalu mencintai Allah dan menempatkan-Nya di hati nurani, maka segalanya niscaya akan menjadi mudah. Semua tindak dan lakunya menjadi ringan dan lapang.

Betapa tidak, larangan Allah yang tercantum dalam KitabNya tentang Riba, perbuatan keji dan menganiaya diri, pada hakekatnya adalah demi kebaikan diri sendiri.

Betapa perintah Allah untuk senantiasa menafkahkan hartanya kala lapang maupun sempit, selalu sabar dan menahan amarah, berprasangka baik dan memaafkan orang lain serta selalu memohon ampunan akan dosa, pun sebenarnya akan membuat hidup menjadi lebih berarti. Hidup akan menjadi lebih tenang dipayungi berkah Ilahi.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.

dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat.

dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS Ali Imran : 130 – 136)

[228] Yang dimaksud Riba di sini ialah Riba nasi’ah. menurut sebagian besar ulama bahwa Riba nasi’ah itu selamanya haram, walaupun tidak berlipat ganda. Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini Riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.

[229] Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

Dengan janji Allah akan kehidupan yang indah di dunia dan di akhirat, akankah tidak menarik kita untuk menjadi kekasih Allah ? Apalah artinya “kesenangan” dunia yang hanya sesaat dan semu belaka dengan mengorbankan hidup di dunia yang sekejap dan hidup di akherat yang kekal.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: