Al Qiyadah al Islamiyah

Manusia dikaruniai potensi untuk menjadi khalifah di muka bumi oleh Allah. Potensi itu adalah Fisik yang sempurna dan qalbu yang didalamnya ada akal untuk berfikir dan memahami ayat-ayat Allah. Potensi tersebut harus terus dipelihara dan dikembangkan sehingga manusia dapat menjadi “manusia” sebagai makhluk ciptaan Allah yang sebenar-benarnya. Dalam artian, menjadi manusia sesuai dengan kehendak dari Allah, yang menguasai alam dan selalu beribadah hanya kepada Allah.

Aqidah

Hati adalah komponen utama yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Dengan hati manusia mampu untuk mempercayai dan meyakini keberadaan Sang Khaliq. Karena pada kenyataannya ketika ruh manusia diciptakan, maka telah “dibekali” dengan ruh keimanan kepada Allah. Semua ruh sama, sebelum bersemayam dalam jasad dan terlahir di muka bumi, ruh dalam keadaan tauhid beriman kepada Allah.

Oleh karenanya dasar-dasar keimanan atau aqidah merupakan bekal yang telah dibawa sejak lahirnya manusia.

Ilmu yang mempelajari masalah ini biasanya disebut sebagai ilmu Tauhid atau Aqidah. Keterbatasan manusialah yang membuat manusia “hanya” mampu untuk mempercayai akan ketauhidan Allah. Apa yang kita dengar, itulah yang kita percayai. Sekali lagi, itu karena keterbatasan kita selaku manusia yang tidak akan mungkin mampu melakukan fikir dan faham akan penciptaan alam dan kekuasaan Allah secara menyeluruh. Tidak mungkin makhluk mampu menyamai kemampuan khaliq.

Hanya saja untuk memperkuat keyakinan tersebut, dalam Islam dikaji pada filsafat Islam. Filsafat Islam bertujuan untuk memperkuat tauhid, bukan malah untuk menggerus dan menghilangkan jiwa tauhid. Filsafat Islam bergerak dari dasar tauhid, dan memperkokohnya menjadi jiwa tauhid yang semakin kuat. Beda dengan filsafat lainnya yang justru mencari adanya Tuhan melalui pola pikir akal atau logika. Padahal kita tahu bahwa ilmu manusia sangat terbatas.

Fiqih

Fiqih mempelajari kegiatan fisik manusia (muslim) sehubungan dengan kewajiban manusia dalam beribadah kepada Allah melalui hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan makhluk lain. Didalam fiqh hukum-hukum ditetapkan, namun ada kalanya pelaksanaanya tergantung dari kondisi dan budaya dari suatu masyarakat tertentu.

Misalnya tentang kewajiban menutup aurat. Didalam fiqih telah jelas ditetapkan aurat laki-laki dan wanita dan kewajiban menutupinya. Implementasinya, cara berpakaian antara orang Arab dengan orang Indonesia pada kenyataannya berbeda. Terlalu naif bila kita berpandangan bahwa semua yang berbau Arab adalah Islami sehingga sudah selayaknyalah orang Islam harus meniru orang Arab, termasuk dalam berpakaian. Sehingga upaya yang meng-arabkan Indonesia, meng-arabkan Jawa atau Sunda atau daerah yang lainnya, merupakan pandangan yang tidak tepat. Yang paling penting adalah esensi dari hukum di Islam itu sendiri. Kita implementasikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam fiqih kita mengenal beberapa aliran. Masing-masing punya dasar berupa pemahaman akan Qur’an dan Hadits. Selama hal tersebut mempunyai landasan yang kuat, maka perbedaan bukanlah merupakan hal yang perlu dipermasalahkan.

Aliran sesat, Al Qiyadah al Islamiyah

Nama kelompoknya sangat bagus, Al Qiyadah al Islamiyah artinya kurang lebih Pelopor Islam. Namun coba lihat apa saja yang menjadi dasar keyakinan serta amalannya :

  • Mengakui pemimpin kelompok, Ahmad Mushaddaq sebagai rasul setelah Nabi Muhammad saw, sehingga katanya masa tugas Nabi Muhammad sudah berakhir sejak tahun 1400 H
  • Mengganti Nabi Muhammad dengan namanya, saat pengikutnya mengucapkan syahadah. Dia Ahmad Mushaddeq adalah Al Masih Al Mau’uud, Al Masih yang datang kembali ke bumi setelah dia menurut pengakuannya mengalami mimpi beberapa kali.
  • Al Qur’an sekarang tinggal tulisannya saja sementara ruh-nya telah sirna sejak 1300 tahun yang lalu.
  • Orang Islam di luar kelompok mereka adalah orang kafir
  • Sholat lima waktu tidak wajib. Juga ibadah lainnya seperti puasa, zakat dan lain-lain. Yang penting dalam kelompok itu adalah mengimani sang imam.

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al Ahzab : 40)

Ditinjau dari aqidah islam dan fiqh islam, ajaran kelompok tersebut jelas sudah melenceng dan bahkan banyak bertentangan. Makanya penetapan bahwa kelompok Al Qiyadah al Islamiyah merupakan kelompok aliran sesat memang sudah seharusnya.

Pada jaman nabi dan shahabat-shahabat-pun ternyata hal serupa terjadi yaitu timbulnya orang-orang yang mengangkat dirinya sebagai nabi. Contoh yang terkenal adalah Musailamah Al Kadzab. Tindakan khalifah pada saat itu tegas, nabi palsu tersebut langsung diberantas tuntas sehingga tidak menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

Mengapa mereka yang jelas sesat selalu ada pengikutnya ?

Ada pepatah bilang ”Siapa yang melempar pasti ada yang memungutnya”. Bila kita melempar botol aqua di jalan, seseorang kemungkinan ada yang memungutnya. Mungkin ada yang meminum airnya karena kehausan, atau ada orang yang memungutnya untuk disiramkan kepada tumbuhan di tamannya. Bahkan ketika tinggal botolnyapun, pemulung akan memungutnya untuk di daur ulang.

Begitulah, begitu banyak sifat watak manusia, begitu banyak kebutuhan manusia, begitu banyak karena satu kepala mempunyai pikiran dan pemahaman yang berbeda dengan kepala yang lain. Padahal di muka bumi ini terdapat milyaran manusia, tentu terdapat sejumlah itu pula ragam pola pikir dan tindak.

Padahal kalau kita mau berfikir jernih dalam memandang seseorang yang mengangkat dirinya menjadi seorang nabi, secara logikapun tidak akan kita terima. Betapa sulit menjadi seorang nabi. Harus dipilih oleh Allah, dibekali dengan mukjizat, dan mempunyai kepribadian yang terpuji, tiada tercela serta memperoleh tugas dalam menyampaikan petunjuk Allah melalui halangan dan rintangan yang membutuhkan kemampuan yang luar biasa.

Bagaimana kita akan meminta kepada nabi palsu untuk menunjukan mukjizat seperti halnya Nabi Musa yang dapat merubah tongkat menjadi ular besar atau mampu membelah Laut Merah dengan tongkatnya ? Atau kemampuan seperti Nabi Isa yang atas ijin Allah dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati ?

Secara sederhana mungkin dapat kita teliti mengapa aliaran sesat selalu ada pengikutnya :

  • Jaminan masuk surga bagi yang megikuti kelompok tersebut. Padahal kita tahu betapa sulitnya masuk surga. Harus menjadi orang baik, selalu beriman kepada Allah, selalu beribadah dengan ikhlash dan syarat-syarat lain yang cukup banyak. Sera yang paling utama adalah tentu saja bila telah mendapat ijin dari Allah. Namun lihat, betapa mudah orang menggapai syurga hanya dengan mempercayai dan mengimani sang pemimpin. Pemimpin mereka laksana Tuhan yang mampu menawarkan dan membagikan surga dengan mudah dan murah.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah : 24)

  • Tawaran keringanan dalam beribadah. Sifat manusia adalah mau enaknya sendiri. Siapa yang tidak ingin kaya tanpa bekerja, menjadi pandai tanpa belajar dan menjadi kekasih Allah tanpa beribadah mendekatkan diri. Sehingga hanya orang-orang yang malas dan tidak tahulah dapat diiming-imingi kesenangan tanpa melakukan upaya. Hebat bukan ?
  • Biasanya pemimpin kelompok aliran sesat atau orang kepercayaan yang telah didoktrinasi, melakukan dialog dengan calon pengikut secara intensif, face to face, dari hati ke hati. Sehingga calon pengikut menjadi tersentuh dan mudah untuk terprovokasi. Apalagi bila dilatarbelakangi dengan pendekatan secara kedaerahan dan persaudaraan.
  • Dasar ekonomi ? Mungkin banyak juga orang yang menjadi pengikut menjadi anggota kelompok karena faktor ekonomi. Tidak mau menjadi orang susah, dan merasa tidak mendapat perhatian warga sekitar atau sesama umat sebelumnya.
  • Faktor Politik ? Ada yang mensinyalir bahwa kelompok, agama atau negara tertentu ada dibalik itu semua. Mereka mempunyai grand strategy untuk menghancurkan umat Islam dengan menciptakan kebingungan umat akan agamanya. Dan kemudian umat Islam hancur bukan oleh orang lain, melainkan perpecahan di kalangan sendiri. Kepentingan kelompok, keyakinan kelompok akan mengalahkan ukhuwah islamiyah. Wallahhu’alam.
  • Figur pimpinan kelompok yang berkarakter. Biasanya pemimpin kelompok mempunyai karakter yang kuat dalam mempengaruhi individu maupun massa. Individu yang terpengaruh oleh kharismanya, mungkin secara suka rela akan mengikutinya. Akal sehat sudah dienyahkan karena kekaguman pada sosok pemimpinnya.

Bagaimana kita menghindarinya ?

Kerja keras dan kerja cerdas antara pemerintah, ulama, umat harus selalu dilakukan.

  • Pemerintah dengan tegas berupaya untuk memberantas kelompok-kelompok yang jelas telah tersesat melalui mekanisme hukukm yang berlaku.
  • Disamping itu pemerintah juga harus melakukan upaya preventif melalui pendekatan ke masyarakat dengan memberikan pemahaman akan beragama yang baik. Pemahaman agama yang baik setidaknya akan membuat umat mampu berfikir secara baik dan benar.
  • Ulama dan umat harus sadar bahwa bekal ilmu agama yang kuat adalah landasan yang utama. Halangan, rintangan, godaan selalu ada dan tidak akan pernah musnah. Namun keyakinan dan keimanan yang kuat akan menjauhkan diri dari salah langkah. Kita sadari bahwa kalaupun kita muslim sejak kecil, banyak dari kita yang masih belum sempurna memahami Islam secara menyeluruh. Oleh karena untuk memperkuat iman, selalu meningkatkan pemahaman agama adalah tindakan yang bijaksan

Dari kasus kelompok Al Qiyadah al Islamiyah kita dapat belajar, bahwa kita manusia hanya mampu berupaya menggapai hidayah Allah. Namun hidayah datangnya dari Allah. Kita tidak mampu memaksa Allah untuk memberikan hidayah kepada kita secara individu maupun kepada seluruh manusia di muka bumi. Walaupun sebenarnya Allah mampu.

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih. (QS An Nahl : 104)

Tags: ,

No Responses to “Al Qiyadah al Islamiyah”

  1. Wawan Indrawanto P.W Says:

    anda benar…….., semoga Allah membantu Anda & Rekan dalam memberikan pencerahan

  2. dobelden Says:

    Ahmad mosadeq emang keras kepala… orang yang bebal

  3. lanangx Says:

    dasAr orAng…

    mu tErkenAL y boz…

    pi jngAn nyEbAR bErita2 booNk donk boZ…

  4. kingandam Says:

    Sekarang udah kebanyakan yang keblinger. Bukannya mengembalikan setiap permasalahan kespada Al-Qur’an dan As Sunnah malah sebaliknya meninggalkan bahkan menentang keduanya.
    Baca juga : http://kingandam.wordpress.com/2007/10/31/moshaddeq-nabi-palsu/

  5. prabu Says:

    Sebagai orang awam dalam politik dan agama, saya hanya berusaha untuk menyampaikan opini dari suatu permasalahan berdasarkan bahan bacaan, berita dan obrolan temans serta pengalaman hidup.
    Harapannya tidak ada tendensius terhadap suatu kalangan atau kelompok tertentu, karena pada dasarnya saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Hanya belajar nulis dan menuangkan uneg-uneg dalam tulisan yang maunya dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan mudah-mudahan juga bagi pengunjung.

  6. Ki Joko Bodong Says:

    Mari buka pikiran dan hati….
    Mau memberikan masukan dan pendapat……
    Mau mendengarkan pendapat orang lain…..
    Mau merenungkan pendapat orang lain….

    Jadi tidak hanya mendengar hanya dari satu orang saja…
    Kita telah diberikan hati dan otak untuk memikirkan dan nerasakan yg baik dan buruk…..
    yang benar dan salah…..

    Klo kita sesama muslim yuuuk kita sama2 memahami alQuran…
    Menurut saya belajar sendiri memahami alQuran agak mustahil karena alQuran bukan bahasa kita…

    Klo kita mempelajari alQuran, yuuuuk kita pahami semuanya….
    karena pada alQuran terdapat kebenaran…..
    tapi klo memahami alQuran bukan buat pembenaran…
    artinya jangan cuman diambil 1 ato 2 ayat yg sesuai dengan pendapat kita terus di gunakan sebagai pembenaran…

    Klo saya walaupun ilmu agamanya masih rendah, masih percaya pada allah sebagai tuhan kita dan muhammad SAW sebagai rasul allah yg terakhir.
    Klo itu udah ada di alQuran ya saya percaya dan sangat percaya.

    Klo MUI mempunyai hak untuk menentukan sesat atau tidak….
    setiap kelompok kan harus ada pemimpinnya….
    klo satu kelompok tapi gak tegur sapa terus jalannya sendiri2
    bukan satu kelompok….

    Nah MUI sebagai kumpulan orang2 yang paham agama yang bisa kita minta untuk memberikan petunjuk mana yg benar dan mana yg salah…

    Nah ketika dalam satu kelompok ada yg jalannya agak belok dikit kan harus ada yg ngingetin.. paling gak yg deket dari yg belok tadi ato ya yg mimpin kelompoknya…

    dalam hal ini MUI tujuannya apa?
    1. Biar yang belok tadi gak tersesat, oi kamu tersesat lho… ini jalan yang bener…

    2. Biar yg laen gak ikut tersesat…
    oi temen kalian itu pada tersesat jangan diikutin kesana ya nanti kalian ikut tersesat…
    karena klo 1 kelompok kan gak mesti tau semua tujuannya kemana…
    liat temennya belok ya ikut belok juga yg penting ikut…
    Bukannya sesama umat islam kita harus saling mengingatkan???

    Saya kira juga untuk penjelasan diatas dari bro prabu cukup jelas…

    yg saya tegaskan disini…..
    kebebasan setiap manusia untuk memilih agama apa yg dipilihnya…
    tapi ketika dia sudah menentukan memilih satu agama maka disana ada syarat dan ketentuan yg berlaku😀 yang harus di patuhi…

    ketika ada yg coba buat aturan baru ya dia harus diingetin, dik ini udah ada aturannnya kok malah buat aturan baru??? bukannya disini udah dibilang klo aturannya udah sempurna???? kok mau diganti2 lagi? yg bilang sempurna itu yang maha benar lho……
    berarti klo mo diganti berarti anda gak percaya donk sama yg maha benar itu😀

    Sesama umat islam kita juga harus saling mengingatkan kenapa? kadar keimanan dan kemampuan untuk memahami ayat2 allah tidak sama…
    ada yg bisa langsung memahami apa maksud didalamnya, ada yg butuh orang laen untuk menjelaskan….

    nah kewajiban kita untuk mengingatkan saudara sesama muslim ketika ada yg salah, bukan dengan cara mendiamkan aja toh nanti dia juga akan sadar sendiri….

    ketika kita sudah ada dalam kekelompok maka kewajiban kita mengingatkan teman dalam satu kelompok yaitu Islam…
    Laen halnya yg beda kelompok ya udah terserah dia….

    mungkin gitu aja penerawan dari saya….
    sesama muslim mari kita saling mendengarkan……

  7. kresnaduta Says:

    Artikel ini sangat menarik, tanpa tendensi, objektif, kritis, dan tepat sasaran.

  8. teta margareta amelia putri Says:

    betapa indahnya hidup jika kita saling memilki 1 sama lain
    betapa nikmatnya hidup jika kita saling menghargai 1 sama lain
    betapa nikmatnya hidup jika kita saling menyayangi 1 sama lain
    betapa nikmatnya hidop jika kita saling toling menolong 1 sama lain

    jika kita memilki teman hidup
    maka DIA harus memiliki sifat2 seperti yang ada di atas

  9. teta margareta amelia putri Says:

    betapa indahnya hidup jika kita saling memilki 1 sama lain
    betapa nikmatnya hidup jika kita saling menghargai 1 sama lain
    betapa nikmatnya hidup jika kita saling menyayangi 1 sama lain
    betapa nikmatnya hidop jika kita saling tolong menolong 1 sama lain

    jika kita memilki teman hidup
    maka DIA harus memiliki sifat2 seperti yang ada di atas

  10. koclok bin laden Says:

    …sebenarnya didalam Islam kan batasan-batasan itu sudah sangat jelas dan gamblang…
    ” bagi orang2 yang mau berfikir..”…”….bagi orang2 yang beraqal..” ..asal berpegang pada Alqur’an dan Assunnah. …

  11. ada dehhhhhhhhhhhhhhhh Says:

    SSUUUUUUNGGGGUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUHHH TEEEEEEEEEEEEEEERLAAAAAAAAAAAAAAAALUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!PRE…………………………………….TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: