Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

Dasar keyakinan seorang muslim adalah syahadah. Oleh karenanya syahadah ditempatkan pada urutan pertama rukun Islam yang lima. Dengan syahadah kesaksian akan Allah sebagai Tuhan yang menciptakan alam, menjadi dasar pijakan dalam setiap langkah seorang muslim dalam mengarungi kehidupannya di dunia. Dilanjutkan dengan kesaksian dan keyakinan akan Nabi Muhammad selaku rasul utusan Allah yang membawa umat manusia ke jalan yang benar sesuai dengan petunjuk Allah. Kesaksian kepada Allah dan rasulnya Muhammad, merupakan kesatuan yang tak terpisahkan.

Aqidah merupakan dasar bagi kita dalam menentukan hasil setiap gerak dan langkah. Sesuai dengan keyakinan syahadah, maka amal seorang muslim dikatakan benar dan akan memperoleh manfaat bila didasari akan aqidah yang benar (ikhlash) serta harus sesuai dengan syariat dari rasulullah. Kedua syarat tersebut harus terpenuhi secara lengkap, tidak boleh hanya salah satu.

Oleh karenanya dalam mempelajari ilmu tauhid, tauhid rububiyah harus selalu diiringi dengan tauhid uluhiyah.

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah artinya mengesakan Allah SWT dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah SWT. Melalui kesadaran tauhid ini maka seorang muslim harus meyakini bahwa Allah SWT tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, Maka Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah )? (QS Al Zukhruf : 87)

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?”

mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka Apakah kamu tidak ingat?”

Katakanlah: “Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya ‘Arsy yang besar?”

mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka Apakah kamu tidak bertakwa?”

Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?”

mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS Al Mu’minun : 84-89)

Mengesakan Tuhan adalah fitrah dari setiap manusia sejak awal mula ditiupkan ruh kedalam dirinya. Olehnya walaupun pada lahirnya dia menyatakan tidak percaya akan adanya Tuhan, hati nuraninya pasti berkata lain. Walaupun statusnya dia di cap sebagai kafir, komunis, materialis atau seabrek sebutan lain yang menyatakan kedudukan yang jauh dari ilahi, di dasar hatinya pasti mempercayai dan mengimani keberadaan Yang Maha Esa.

Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah artinya mengesakan Allah dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyariatkan. Seperti shalat, puasa, zakat, haji, berdoa, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah.

Tauhid uluhiyah inilah yang sebenarnya dituntut oleh Allah kepada makhlukNya. Jika dikatakan sebagai makhluk, maka sudah selayaknyalah dia harus meyakini dan menuruti Sang Pencipta. Jika disebut sebagai manusia, maka sudah pada tempatnyalah selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Jika merasa sebagai yang diberi mandat sebagai khalifah di muka bumi, maka sudah pada tempatnyalah meramaikan dan membawa bumi bersujud kehadliratNya.

dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS An Nahl : 36)

[826] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], Padahal kamu mengetahui. (QS Al Baqarah : 21-22)

[30] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

(yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu. (QS Al An’am : 102)

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Adz Dzariyaat : 56)

Uluhiyah berlandaskan Rububiyah

Allah memerintahkan manusia untuk bertauhid uluhiyah, yaitu menyembahNya dan beribadah kepadaNya. Telah Dia tunjukkan dalil yang mutlak tentang tauhid rububiyah, yaitu penciptaanNya terhadap manusia, penciptaan langit dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan yang menjadi rizki bagi para hamba. Maka sungguh sangat tidak layak bagi manusia bila menyekutukan Allah dengan yang lain. Menyekutukan Allah dengan benda-benda duniawi yang fana. Mensetarakan Allah Sang Khaliq dengan manusia yang adalah makhluk. Padahal sebenarnyalah mereka sendiri mengetahui bahwa ia tidak bisa berbuat sesuatu pun dalam urusan seperti yang menjadi urusan Allah.

Maka jalan yang benar adalah menetapkan tauhid uluhiyah berlandaskan tauhid rububiyah Karena tauhid rububiyah adalah pintu gerbang dari tauhid uluhiyah. Upaya mendekatkan diri kepada Allah melalui bentuk amal ibadah, akan mampu memberi manfaat bagi kehidupan keimanan manusia. Dan pada kenyataannya manusia memang sangat bergantung kepada Allah.

Sederhananya, segala aktivitas keseharian kita, amal ibadah kita, muamalah kita, seluruhnya didasari akan rasa keyakinan kita kepada Allah. Tiada sandaran selain kepadaNya. Tiada tujuan selain RidhaNya. Dan tiada harapan selain berkah dan KasihNya.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: