Cewek Manado (3)

Tante-tante di kantor

Setelah beralih ke bagian pelayanan di marketting maka sebagian besar dari rekan-rekan kerja adalah cewek dan tante-tante. Sebagian besar sih sudah menikah, makanya kita sebut saja sebagai tante. Dan hampir semua tante umurnya waktu itu diatas saya sehingga untuk kesopanan selalu memanggilnya Bu atau Tante. Dan sesekali adakalanya saya memanggilnya dengan sayang. Jangan salah, panggilan sayang kepada sesama teman di sana merupakan panggilan yang biasa, yang menyatakan kedekatan hubungan. Panggilan sayang tidak melulu diucapkan antar sepasang kekasih saja. Perbedaannya mungkin hanya dari intonasi dan rasa yang dikandungnya saja.

Pola hubungan kerja yang saya terapkan sederhana saja, yaitu transparan, kerjasama, saling berbagi dan kekeluargaan.

Transparan dan Kerja sama

”Maaf Pak, tadi saya melayani satu pelanggan cukup lama. Habis dianya ngajak ngobrol melulu dan sayanya nggak enak untuk mengakhiri pembicaraan. Kan bapak bilang untuk mengedepankan pelayanan dan jangan mengecewakan pelanggan.” ujar Linda sambil tersenyum disore itu. Linda adalah seorang karyawan outsourching di kantor. Wajahnya tipikal wajah Manado, manis dan putih orangnya serta ramah senyumnya yang dihiasi dengan dua lesung pipi. Karenanya dia bertugas sebagai petugas customer care yang menghadapi langsung pelanggan.

”Ya nggak papa no Lin. Tapi kayaknya cowok tadi naksir pa ngana kang. Kita perhatikan tadi tatap matanya ada sinar kekaguman melihat ngana pe bibir ketika bicara. Pasti besok dia kesini lagi Lin.” Kata saya sambil menggodanya.

”Ah Bapak bisa saja.” jawab Linda sambil tersipu

”Siapa namanya dia Lin ?”

”Eko Pak. Eko Mahendra Yudha.”

”Nah … tu kan. Sampai namanya yang panjang ngana da inga. Pasti ngana juga naksir pa dia kang. Gagah dia kwa, wajar saja ngana suka. Ngomong-ngomong orang mana dia Lin, pasti bukan orang Manado kang ?”

”Ih Bapak …” pipinya merona

”Dia tuh tentara Pak. Dapat tugas di Manado dan tinggal baru sebulan disini. Sudah ya Pak, saya mo beking laporan.”

”Sebentar Lin, besok lagi kalau nggak ada komplen dia disuruh datang sore saja ya … Jangan pada waktu ngana kerja.”

”Beres Pak.”

Dan akhirnya memang setelah menjalani masa batona cukup lama, Linda dipersunting oleh Eko.

— oo —

”Pak, ini ada uang yang torang kumpulkan dari hasil torang mengerjakan ini. Kong mo beking apa doi ini Pak. Doinya cukup banyak Pak.” kata Bu Rita pada suatu saat ketika saya sedang browsing intranet di sore itu.

”Kita serahkan saja pada ibu untuk mengelolanya. Kan itu hasil dari upaya rekan-rekan. Jadi lebe baik dibicarakan untuk kemudian dimanfaatkan bagi kepentingan bersama.”

”Biasanya torang jadikan baju seragam Pak. Yang dapat torang deng para TLH.”

”Bagus lah, kalau itu sudah merupakan kesepakatan bersama. Silahkan saja.”

”Kalau untuk Bapak beli apa ? Baju ya Pak.”

”Jang pikir kita. Kita ndak usah dikasih. Kan itu usaha dari ngoni samua. Kita su senang kalau TLH dapat bagian.”

”Oke Pak !”

Beberapa hari kemudian, ndak disangka-sangka Bu Rita menyodorkan bungkusan kepada saya. Dan setelah saya buka, ternyata isinya adalah kemeja dan pakaian dalam (kaos singlet) !.

”Hai .. tante ini untuk siapa?

”Yah untuk Bapak lah”

”Kan saya sudah bilang kalau saya tidak usah.”

”Masih ada uang sisa Pak, jadi Bapak juga dapat bagian.”

”Kalau begitu okelah, terima kasih ya. Tapi ngomong-ngomong darimana ibu tahu nomor baju saya sama pakaian dalam saya ?”

”Kira-kira saja Pak. Sesuai kan ?

”Iya. Ini sudah dikasih kemeja dan baju dalam. Lain kali kalau ngasih lagi sekalian celana dalam ya ?”

”Ah Bapak tahu aja. Emangnya kalau dikasih itu, kenapa to ? ujar Bu Rita sambil ngeloyor dan tertawa centil. Dan sayapun ikut tertawa sambil nyengir.

Saling berbagi

Dasar tante-tante. Kalau pas istirahat, didalam ruangan sambil makan ramainya minta ampun. Satu sendok makanan masuk mulut, lima menit kata-kata meluncur dari mulutnya. Acara makan jadinya bisa berlangsung lama.

Yang menjadi pusat obrolan biasanya adalah Tante Youke. Dengan wajah tanpa dosa dan tubuh agak gode (gemuk) saat bercerita tante yang satu ini sangat impresif. Gerak bibir dan mulutnya menyatakan itu semua. Dan memang tante Youke ini sangat lucu. Setiap kata-kata dan cerita yang keluar dari mulutnya selalu mengundang tawa. Makanya dia selalu didaulat oleh rekan-rekannya untuk mercerita dan menimpali sesuatu.

Saya yang duduk disebelah ruangan pun kadang-kadang tersenyum sendiri dan tertawa kecil saat mendengar ocehannya. Dan adakalanya juga ikut bergabung untuk menambah hangatnya suasana. Apalagi dengan perbendaharaan kata bahasa Manado yang saya punya masih minim, sehingga kadang justru menimbulkan kelucuan karena salah ucap atau salah persepsi. Keakraban yang muncul menimbulkan kecairan suasana kerja. Tidak timbul rasa malu untuk bertanya dan belajar saat kita merasa ada kekurangan, terutama menyangkut masalah kerjaan. Semua saling berbagi. Istilah kerennya sharing knowledge.

Rasa itulah yang kemudian mendorong untuk bekerja dengan giat dan terus belajar memperbaiki kinerja diri dan unit. Meskipun banyak yang sudah berumur dan basic pendidikan agak kurang, namun semangat tidak pernah luntur. Dan yang merasa lebih dalam hal tertentupun (misalnya pengoperasian aplikasi komputer, sistem pelaporan dll), dengan senang hati akan membagikan ilmunya.

Tidak hanya dalam knowledge saja kita berbagi, dalam hal lainpun sikap tersebut muncul dengan sendirinya. Tiba-tiba pada suatu pagi ada suruhan tante Ike membawa sekarung besar berisi buah langsa ke kantor. Padahal saat itu tante Ikenya lagi cuti. Suatu saat tante Oni dengan wajah ceria, membawa puluhan buah duren yang besar-besar. Baru ambil dari kebon katanya. Dan masih banyak kejutan-kejutan lain dari para tante-tante ini.

Kekeluargaan

Dan kejutan yang paling spesial bagi saya sendiri adalah saat ulang tahun. Dari dulu saya selalu tidak terlalu peduli dengan hari ulang tahun sendiri. Bisa dibilang, belum pernah hari ulang tahun saya dirayakan dengan mengadakan selamatan ataupun sekedar potong kue. Biasanya sih hanya mendapat ucapan selamat dari orang terdekat saja.

Nah … pada pagi hari itu saat saya memasuki ruangan kantor, saya lihat tante-tante senyum-senyum sambil mengucapkan selamat pagi kepada saya. Dan begitu memasuki ruangan ternyata sudah ada kue ulang tahun yang berukuran cukup besar. Dan dibelakang, para tante beserta yang lain mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Wah … tante-tante ini memang penuh kejutan. Terima kasih Tan …

— oo —

Untuk mempererat tali kekeluargaan, secara rutin kita mengadakan arisan setiap bulannya. Dan beberapa kali acara arisan itu diadakan diluar kantor untuk mencari suasana lain yang lebih segar. Acara di luar kantor biasanya disertai dengan acara keluarga dengan membawa seluruh anggota keluarga masing-masing. Ramai dan akrab sungguh terasa bila pertemuan dilakukan. Baku sapa, baku sedu, baku cirita dan baku-baku yang lain menjadi ajang yang menyenangkan.

Ada permainan yang cukup menarik saat pertemuan antar keluarga itu. Permainan itu adalah ”Kenali Orang Terdekatmu”.  Permainannya melibatkan orang-orang dewasa, misalnya pasangan suami istri. Mekanisme jalannya permainan :

  • Tentukan jumlah peserta pasangan, misalnya 5 pasutri
  • Buat list pertanyaan yang unik dan menarik, kalau perlu yang bersifat pridadi
  • Pisahkan pasutri menjadi kelompok suami dan kelompok istri
  • Panggil salah satu kelompok, misalnya para suami : tanya masing-masing dengan pertanyaan yang sama. Upayakan kelompok istri agar tidak mengetahui jawaban suami. Kemudian catat jawaban masing-masing suami
  • Panggil kelompok istri. Masing-masing beri pertanyaan sesuai dengan yang ditanyakan kepada suami.
  • Jawaban masing-masing dicocokan dengan pasangannya
  • Pasutri yang mempunyai nilai yang paling besar adalah pemenangnya.

Momen yang paling ramai dan banyak mengundang tawa penonton adalah saat para istri menjawab pertanyaan yang dilontarkan MC. Jawaban yang salah, jawaban yang bertolak belakang ataupun yang asal-asalan mengundang suasana menjadi ramai karena banyak komentar dan sorak dari para penonton.

Karena ini hanya untuk hiburan, maka pertanyaan yang pasti menarik dan mengundang keingin tahuan penonton haruslah unik, misalnya :

  • Pertama kali ketemu dimana, yang menyapa duluan siapa ?
  • Bagaimana sikap ibu waktu pertama kali dicium Bapak, siapa yang meminta duluan ?
  • Ukuran BH ibu nomor berapa ?
  • Dirumah sakit mana Anak pertama dilahirkan dan hari apa ?
  • Apa merk dan warna kesukaan celana dalam Bapak ?
  • Dll

Sekali lagi itu hanya hiburan untuk menambah ramai dan akrab suasana tanpa bermaksud untuk mengetahui rahasia rumah tangga. Toh sehabis permainan, semua seolah melupakannya untuk menuju kegembiraan lainnya. Dan yang terpenting keakraban dan kekeluargaan akan membawa suasana dan kinerja kantor menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: